Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Head of Investor Relation and Research Division BTN Winang Budoyo dalam webinar, bertajuk Optimalisasi Bisnis BTN di Masa Pandemi, Kamis (4/3)

Head of Investor Relation and Research Division BTN Winang Budoyo dalam webinar, bertajuk Optimalisasi Bisnis BTN di Masa Pandemi, Kamis (4/3)

Permintaan Tinggi, BTN Bidik Pertumbuhan KPR Subsidi 11%

Kamis, 4 Maret 2021 | 15:25 WIB
Nida Sahara ( nida.sahara@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) optimistis tahun ini kinerja sektor properti mengalami peningkatan, khususnya untuk kredit pemilikan rumah (KPR) bersubsidi. Hal tersebut seiring terus meningkatnya permintaan KPR subsidi di BTN. Perseroan menargetkan KPR subsidi bisa tumbuh dua digit.

Head of Investor Relation and Research Division BTN Winang Budoyo mengungkapkan, pada 2020 perseroan masih bisa menumbuhkan kreditnya 1,7% secara tahunan (year on year/yoy) yang didukung oleh KPR subsidi yang tumbuh hampir 9% (yoy). Pertumbuhan kredit tersebut lebih tinggi dari kredit secara industri yang mengalami kontraksi 2,41% (yoy) sepanjang 2020.

Karena mengalami pertumbuhan 1,7% secara keseluruhan, Winang menyebut tahun ini BTN memasang target total kredit 7-9% (yoy) yang masih didukung oleh KPR subsidi. Namun, karena pertumbuhan KPR subsidi cukup tinggi, maka tahun ini bisa tembus dua digit.

"Saya rasa semua tergantung di sisi supply juga, karena ini bisa dibilang target tumbuh dari low based. Karena KPR subsidi sudah tumbuh sekitar 9% tahun lalu, berarti kan tidak mengalami low based, mungkin bisa double digit di 10-11%," terang Winang dalam diskusi online bertajuk Optimalisasi Bisnis BTN di Masa Pandemi. Acara ini merupakan kerja sama Majalah Investor, Berita Satu Media dengan Kementerian PUPR dan didukung oleh BTN, Kamis (4/3).

Winang mengungkapkan, pangsa pasar BTN terhadap rumah subsidi mencapai 89%. Salah satu yang bisa membuat perseroan berkontribusi besar adalah tidak hanya memberikan kredit kepada end user atau pembeli rumah, namun juga memberikan kredit kepada pengembang, sehingga supply dan demand seimbang.

"Namun, tidak semua bank bisa bekerja dengan konsep seperti ini, pengembang KPR subsidi itu kita deal dengan developer kecil yang kita bilang small and local yang kecil-kecil. Antara unit Rp 1 miliar dan Rp 150-200 juta itu biayanya sama tapi margin beda, jadi banyak yang tidak minat main di KPR subsidi," jelas Winang.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa permintaan untuk KPR subsidi tidak pernah turun. Tercermin dari kuota FLPP di BTN yang selalu habis sebelum akhir tahun. Selain itu, rumah juga terus meningkat karena kebutuhan dari pembeli rumah pertama yang juga naik.

"Kalau bicara KPR subsidi demand tidak pernah turun, karena termasuk first home buyer masih banyak belum punya rumah, backlog terus meningkat, ada tantangan, di 2024 harus diturunkan jadi 5 juta. Masalahnya tidak hanya dari sisi demand tapi juga dari sisi supply," papar dia.

Editor : Kunradus Aliandu (kunradu@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN