Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo

Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo

Tengah Pandemi Covid-19, Rumah Subsidi Menjadi Motor Penggerak Pertumbuhan BTN

Rabu, 28 Juli 2021 | 18:34 WIB
Imam Mudzakir (imam_koran@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id-Kendati masih berada di bawah tekanan pandemi Covid-19, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) terus mencatat pertumbuhan positif. Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi motor utama penggerak penyaluran kredit BTN dengan kenaikan sebesar 11,17% yoy menjadi Rp 126,29 triliun per kuartal II-2021.

“Memang bisnis utama kami adalah perumahan dan BTN fokus wujudkan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Meskipun ada pandemi, rumah subsidi ini terus meningkat setiap tahunnya, apalagi di topang oleh adanya bantuan subsidi dari pemerintah,” ungkap Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo, saat konferensi pers Kinerja BTN Kuartal II 2021, secara virtual, di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

Haru Koesmahargyo mengatakan, kinerja penyaluran kredit perumahan BTN tetap kokoh bertumbuh di tengah tekanan pandemi. Hal ini terbukti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi masih menjadi motor utama penggerak penyaluran kredit BTN dengan kenaikan sebesar 11,17% yoy menjadi Rp 126,29 triliun per kuartal II/2021. “KPR Non-subsidi juga tumbuh perlahan di level 0,90% yoy menjadi Rp 80,59 triliun. Kredit konsumer non-perumahan juga tercatat meningkat di level 17,47% yoy menjadi Rp5,43 triliun pada kuartal II/2021,” kata dia.

Direktur Consumer and Commercial Landing Bank BTN Hirwandi Gafar menambahkan, pandemi Covid-19 tak menyurutkan masyarakat untuk memiliki rumah. Terutama untuk kelas menengah bawah yang jumlahnya cukup besar. Hal ini yang menyebabkan pertumbuhan kredit pembiayaan perumahan subsidi masih cukup tinggi dan menjadi motor utama BTN.

“Pada awal pandemi Covid-19, Maret 2020 memang terasa dampaknya, penurunan KPR terus terjadi. Juni-Desember ada kenaikan. Awal 2021, Januari-Maret terus ada pertumbuhan dan sampai Juni terus meningkat sampai dengan angka 11,17%,” jelas Hirwandi.

Hirwandi mengatakan, sampai dengan kuartal II-2021 atau sampai Juni, BTN telah menyalurkan KPR sektor perumahan mencapai 78 ribu unit rumah dan didominasi oleh rumah subsidi 65.400 unit sedangkan sisanya adalah rumah non Subsidi.

“Sedangkan terkait rumah subsidi yang bekerjasama dengan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) pada tahap pertama ini menargetkan 11 ribu unit dan sekarang masih on progress,” ujarnya.

 

Kinerja Kokoh

Pada kesempatan itu, Haru Koesmahargyo menjelaskan, meski di bawah tekanan pandemi, BTN terus mencatatkan pertumbuhan positif pada penyaluran kredit dan pembiayaan di level 5,59% yoy ditopang laju pertumbuhan KPR Subsidi.

Pertumbuhan penyaluran kredit tersebut juga disertai dengan perbaikan kualitas dan peningkatan pencadangan untuk menjaga bisnis terus tumbuh berkelanjutan. Peran positif pemerintah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional, turut mendorong kinerja positif Bank BTN.  “Kami berupaya terus mencatatkan pertumbuhan positif yang berkelanjutan sehingga Bank BTN dapat terus menyediakan rumah untuk rakyat,” tutur Haru.

Dalam laporan keuangan BTN menunjukkan per kuartal II-2021, mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar 5,59% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp251,83 triliun menjadi Rp265,9 triliun.  Pertumbuhan tersebut tercatat masih berada jauh di atas rata-rata industri perbankan nasional. Data Bank Indonesia merekam, pertumbuhan kredit industri perbankan nasional hanya tumbuh sebesar 0,45% yoy per Juni 2021.

Rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) nett BTN terekam terus membaik sebesar 54 bps ke level 1,87% di kuartal II-2021 dari 2,40%. Penurunan NPL tersebut juga disertai peningkatan pencadangan sebesar 1.282 bps dari 107,90% pada kuartal II-2020 menjadi 120,72% di kuartal II-2021.

Di samping itu, BTN juga sukses menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 31,84% yoy menjadi Rp 298,38 triliun pada kuartal II-2021 dari Rp226,32 triliun di periode yang sama tahun lalu. Peningkatan DPK tersebut disumbang oleh kenaikan pada seluruh segmen yakni tabungan, giro, dan deposito masing-masing sebesar 17,70% yoy, 15,06% yoy, dan 43,53% yoy per kuartal II/2021.

BTN juga tetap berkomitmen untuk membantu masyarakat termasuk nasabah atau debiturnya yang terdampak gelombang kedua Covid-19 dan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Selain menyalurkan berbagai bantuan sosial, perseroan juga tetap memberikan fasilitas restrukturisasi bagi nasabah atau debitur terdampak.

Perseroan juga memproyeksikan restrukturisasi akan terus menunjukkan tren penurunan hingga akhir tahun 2021. “Kami tetap memberikan fasilitas restrukturisasi untuk mengurangi beban para debitur di masa pandemi ini. Namun, kami mencermati tren pengajuan restrukturisasi terus menurun meski PPKM diperpanjang,” kata Haru. (imm)

Editor : Edo Rusyanto (edo_rusyanto@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN