Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Garuda Muda Jalani Laga Hidup Mati

Kamis, 11 Juni 2015 | 16:05 WIB
Oleh Rio F Winto

SINGAPURA – Tim nasional (timnas) sepakbola Indonesia U-23 tidak boleh gegabah saat menghadapi laga penentuan melawan tuan rumah Singapura dalam penyisihan Grup A SEA Games XXVIII di Stadion Jalan Besar, Singapura, Kamis (11/6).


Sebab, lolos tidaknya timnas Indonesia U-23 ke semifinal cabang sepakbola SEA Games XXVIII 2015 akan ditentukan dalam laga melawan Singapura. Setelah menang atas Filipina, Garuda Muda pun bersiap menghadapi tim tuan rumah dalam ‘laga hidup mati’. Kemenangan 2-0 atas Filipina di Stadion Jalan Besar, Singapura, Selasa (9/6), menempatkan Indonesia di posisi kedua klasemen Grup A dengan nilai enam poin, tertinggal tiga angka di belakang Myanmar yang memimpin klasemen.


Saat ini, Singapura berada di posisi ketiga dengan koleksi nilai yang sama dengan Indonesia. Untuk lolos ke semifinal, Indonesia hanya membutuhkan hasil seri karena saat ini unggul selisih gol atas Singapura. “Kami bersyukur akhirnya bisa memenangi pertandingan ini. Tapi, kembali lagi kemenangan ini harus segera dilupakan dan mulai fokus untuk persiapan menghadapi Singapura. Pertandingan melawan Singapura dijalani dengan enjoy. Tapi, intinya bermain dengan Singapura, kami harus ngotot dan semangat. Sebab, kalau kalah akan sulit lolos,” ujar Evan Dimas yang mencetak dua gol ke gawang Filipina.


Karena itu, Evan Dimas meminta dukungan kepada masyarakat Indonesia. “Kami membutuhkan doa dari kalian semua. Kalau hanya kami, 11 pemain saja yang berjuang akan sulit. Mesti ada dukungan,” kata Evan.


Sementara itu, menurut pelatih timnas Indonesia U-23, Aji Santoso laga melawan Singapura akan menjadi partai hidup mati. Bahkan, Aji tidak berpengaruh walaupun sejatinya Aji dan pelatih timnas Singapura U-23 Aide Iskandar merupakan teman lama. “Aide Iskandar teman baik saya. Tapi kami membela negara yang berbeda. Jadi kami akan fight untuk pertandingan besok. Yang jelas saya bersyukur karena tim sudah bisa dua kali menang. Pertama, melawan Kamboja kemudian Filipina. Tapi, tetap fokus kami adalah saat melawan Singapura,” tukas Aji.


Menurut Aji, timnya sudah melakukan evaluasi performa pemain timnas Indonesia U-23. “Kami memberikan arahan di class room dan di lapangan. Seperti bagaimana cara pengorganisasian yang baik secara taktik dan teknik,” tambah Aji.


Dalam kesempatan itu, asisten pelatih timnas Indonesia U-23, Mustakim, menyoroti hal lain. Dia lebih melihat buruknya penyelesaian akhir para pemain timnas Indonesia U-23. “Pertandingan melawan Filipina banyak peluang gol yang terbuang. Penyelesaian akhir sudah dievaluasi besok saat di class room dan di lapangan,” kata Mustakim.


Soal pergantian beberapa pemain kunci, Mustakim mengatakan bahwa hal itu bagian dari strategi. “Kami sengaja menyimpan pemain-pemain kunci untuk persiapan melawan Singapura. Karena menang satu gol saja tidak akan cukup. Intinya kami akan turun dengan full team,” kata dia.


Berlangsung Sengit

Sementara itu, pelatih timnas Singapura U-23, Aide Iskandar meyakini laga melawan Indonesia bakal berlangsung sengit. Kendati demikian, dia tetap optimistis timnya bakal menang dalam laga penentuan tersebut. Hal ini diungkapkan Aide seusai menyaksikan pertandingan timnas Indonesia U-23 saat mengalahkan Filipina 2-0, di Stadion Jalan Besar, Singapura, Selasa (9/6) malam.


Dalam pengamatannya, Aide menilai Indonesia mempunyai sedikit kelemahan. “Hasil bagus buat Indonesia. Tapi seperti yang sudah pernah katakan, pemain Indonesia itu selalu lambat panas,” kata dia.


Kendati demikian, dia menilai kualitas pemain-pemain Indonesia bagus. Dia pun percaya bahwa laga antara timnya melawan Indonesia pada Kamis (11/6) malam akan menjadi laga yang sengit.


Laga tersebut dipastikan berjalan ‘panas’ karena akan memperebutkan satu tiket tersisa untuk ke semifinal. Myanmar menjadi tim yang sudah memastikan diri lolos dari Grup A dengan koleksi nilai sembilan poin. Indonesia dan Singapura masing-masing mengikuti di urutan dua dan tiga dengan sama-sama koleksi nilai enam poin.


“Semua pemain Indonesia bagus. Tapi kami punya keuntungan karena tuan rumah. Bakal menjadi laga yang sengit besok. Karena tekanan yang kami dapatkan juga tinggi. Masyarakat Singapura memiliki harapan besar untuk kemenangan kami besok melawan Indonesia,” ujar Aide. (*)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN