Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Masyarakat Minta Tuntaskan Kasus Perseba

Selasa, 22 Februari 2011 | 08:25 WIB
Antara

BANGKALAN-Masyarakat pecinta sepak bola di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, meminta dugaan suap yang dilakukan mantan manajer Persatuan Sepak Bola Bangkalan, Imron Abdul Fatah, pada Direktur Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) sebesar Rp150 juta, tidak hanya diwacanakan tapi harus dituntaskan.

"Masyarakat ingin bukti konkrit. Kalau memang mempunyai bukti penyuapan pada BLAI, Imron jangan hanya teriak di media massa, tapi melapor ke polisi atau kejaksaan," kata pengamat sepakbola asal Bangkalan, Abdul Rofik, Senin (21/2).

Imron Abdul Fatah merupakan manajer Persebang Bangkalan dan mengungkapkan adanya praktik suap saat klubnya ingin menjadi tuan rumah final 8 besar Grup E Piala Suratin di Bangkalan.

Menurut Rofik, supaya kasus dugaan penyuapan segera dilakukan penyidikan oleh petugas. Sehingga tidak menimpulkan opini yang meresahkan di kalangan masyarakat.

"Jika informasi tentang penyuapan ini benar, saya dan warga Bangkalan yang lain siap membackup laporan tersebut. Sebab, indikasinya kasus suap terhadap PSSI sudah marak terjadi di beberapa daerah lain," ungkap Abdul Rofik yang juga mantan sekretaris Perseba ini.

Menurut Rofik, pihaknya mendukung langkah Imron Abdul Fatah dalam membongkar kasus suap di tubuh PSSI, lantaran menginginkan sebuah reformasi dalam kepengurusan PSSI. Ia menilai, kinerja PSSI sangat mengecewakan selama ini.

"Kalau dugaan suap ini tidak segera dilaporkan pada polisi atau kejaksaan, kami khawatir akan menjadi bola liar yang tidak tentu arahnya. Dan dalam pelaporannya nanti liat TKP-nya, jika lokasi penyuapan di Surabaya, ya laporkan ke Polrestabes atau Polda Jatim," ucapnya.

Kendatipun menyatakan mendukung terhadap langkah manajer Perseba itu, dirinya juga menyayangkan apa yang dilakukan Imron Abdul Fatah karena telah menyuap Direktur BLAI pada piala Suratin. Sebab, hal tersebut merupakan suatu tindakan yang menyalahi aturan dalam sebuah kompetisi sepak bola.

"Saya kecewa dengan adanya kasus suap, karena kala itu performa pemain Perseba berada pada posisi terbaiknya. Tanpa adanya suap, saya yakin Perseba mampu memenangi kompetisi piala Suratin," urainya.

Manajer Perseba, Imron Abdul Fatah, mengaku memberikan uang suap dengan total sebesar Rp150 juta kepada Direktur Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI), Iwan Budianto, dan Mantan Ketua Umum Pengprov PSSI Jatim, Haruna Soemitro, di Piala Suratin 2009.

Dana tersebut ditransfer sebanyak tiga kali. Transfer pertama senilai Rp50 juta pada 6 November 2010 dan transfer ketiga sebesar Rp75 juta masuk ke rekening Haruna. Sedangkan transfer kedua sebesar Rp25 juta ke rekening Iwan.(ant/hrb)

Editor : herry barus (herrybarus@yahoo.com.au)

BAGIKAN