Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Penjualan mobil ASTRA. Foto: DOK B1photo

Penjualan mobil ASTRA. Foto: DOK B1photo

Astra Melaju Kencang Berkat Diskon Pajak

Senin, 20 September 2021 | 11:26 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Keputusan pemerintah untuk memperpanjang diskon pajak atau Pajak Penjualan atas Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) 100% untuk kendaraan bermotor hingga akhir 2021 bakal makin memacu kinerja PT Astra International Tbk (ASII). Sementara itu, pangsa pasar penjualan mobil oleh Astra menunjukkan peningkatan hingga akhir Agustus lalu.  

Analis BRI Danareksa Sekuritas StefanusDarmagiri mengungkapkan, Astra International mencatatkan peningkatan volume penjualan mobil setelah pemerintah melonggarkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa dan Bali sejak Agustus 2021.

Harga saham ASII dalam satu dekade terakhir
Harga saham ASII dalam satu dekade terakhir

Pelonggaran tersebut berdampak pada peningkatan volume penjualan mobil nasional menjadi 83.319 unit atau naik 25% dari Juli 2021 dan bertumbuh 123,5% dari realisasi Agustus 2020.

Peningkatan volume penjualan mobil tersebut membuat total penjualan mobil nasional meningkat menjadi 543.424 unit para periode Januari-Agustus 2021 atau bertumbuh 68% dari pencapaian periode sama tahun lalu.

Tidak ketinggalan, menurut dia, Astra International juga mencatatkan peningkatan volume penjualan mobil. Realisasi tersebut setara dengan 69,7% dari target tahun ini dengan pangsa pasar sebesar 56,1%.

Stefanus memberikan pandangan positif atas peningkatan pangsa pasar penjualan mobil oleh Astra menjadi 56,1% dibandingkan per Juli 2021 sekitar 49,5%. Kenaikan pangsa pasar tersebut didukung oleh kehadiran produk baru, yaitu Toyota Raize dan Daihatsu Rocky.

“Meski terjadi lonjakan pangsa pasar, kami tetap mempertahankan market share perseroan pada kisaran 52% untuk periode 2021 dan 2022,” tulis Stefanus dalam risetnya.

Kegiatan di pabrik Astra International. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL
Kegiatan di pabrik Astra International. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Terkait perpanjangan PPn- BM DTP 100%, dia memperkirakan dampaknya terhadap volume penjualan mobil nasional yang bisa mencapai 780 ribu unit tahun ini atau tumbuh 46,5% dibandingkan tahun lalu.

Sebab itu, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 7.500. Target harga tersebut telah merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 12,9 kali. Target harga tersebut juga mempertimbangkan estimasi peningkatan laba bersih Astra International menjadi Rp 17,16 triliun tahun ini dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 16,16 triliun.

Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat dari Rp 175,04 triliun menjadiRp 214,49 triliun.

Cepat Pulih

Kinerja keuangan Astra International
Kinerja keuangan Astra International

Sementara itu, penguatan harga komoditas yang diekspektasi berlanjut juga menjadi faktor pendorong kinerja Astra International tahun ini. Hingga  semester I-2021, pemulihan kinerja operasional dan keuangan perseroan tergolong kuat.

Analis Sinarmas Sekuritas Andrianto Saputra mengungkapkan, kuatnya pemulihan kinerja keuangan Astra International pada semester I-2021 terlihat dari peningkatan pendapatan hingga 19,6% dan margin keuntungan bersih yang naik menjadi 9,2% dari 7,2%. Namun, perseroan membukukan penurunan laba bersih sebesar 22,4% menjadi Rp 8,83 triliun pada semester I-2021 dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 11,37 triliun.

Penurunan itu karena tidak ada lagi keuntungan divestasi, sepeti tahun lalu dari penjualan saham PT Bank Permata Tbk (BNLI). Sedangkan pendapatan bertumbuh 19,6% menjadi Rp 107,39 triliun dari Rp 89,79 triliun.

Prospek ASII
Prospek ASII

“Pemulihan yang pesat ditunjukkan oleh bisnis otomotif dan jasa keuangan setelah pemerintah merelaksasi pajak penjualan mobil. Perseroan juga terdorong oleh peningkatan harga jual komoditas, seperti emas, batu bara, dan minyak sawit mentah (crude palm oil/ CPO). Peningkatan harga jual komoditas juga berdampak positif terhadap segmen penjualan alat berat perseroan,” tulis Andrianto dalam risetnya.

Sinarmas Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ASII dengan target harga Rp 7.100. Target harga tersebut sejalan dengan ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan pada paruh kedua tahun ini, setelah berhasil menunjukkan pemulihan yang kuat pada paruh pertama.

Adapun laba bersih Astra International tahun ini diperkirakan meningkat menjadi Rp 17,73 triliun dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp 16,16 triliun. Pendapatan juga diperkirakan meningkat dari Rp 175 triliun menjadi Rp 199 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN