Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek PTPP. Foto: JOANITO

Proyek PTPP. Foto: JOANITO

Manuver PP di Tengah Lambatnya Pemulihan Sektor Konstruksi

Kamis, 23 September 2021 | 07:21 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Gencarnya upaya PT PP Tbk (PTPP) mendongkrak nilai proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and construction/EPC) di tengah lambatnya pemulihan sektor konstruksi bisa berimbas pada tingkat margin keuntungan yang lebih rendah. Sedangkan keinginan pemerintah mulai menggarap Ibu Kota baru bisa menjadi peluang pertumbuhan kinerja PP dalam jangka panjang.

Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Joshua Michael mengungkapkan, PP menghadapi kemungkinan penurunan margin kotor (gross margin), seiring dengan besarnya kontribusi kontrak pengembangan EPC terhadap total kontrak perseroan.

“Proyek EPC memiliki gross margin yang relatif rendah dibandingkan proyek lainnya. Hal ini mendorong kami untuk menurunkan perkiraan gross margin perseroan tahun ini dari 13,4% menjadi 13,2%,” tulis Joshua dalam risetnya.

Sedangkan belanja operasional (opex) perseroan diperkirakan lebih tinggi dengan target menjadi Rp 592 miliar tahun ini dibandingkan perkiraan semula senilai Rp 532 miliar. Hal tersebut mendorong Mirae untuk memangkas turun target kinerja keuangan PP sepanjang tahun ini.

Harga saham PTPP dalam satu dekade terakhir
Harga saham PTPP dalam satu dekade terakhir

Adapun target laba bersih PP tahun ini direvisi turun dari Rp 334 miliar menjadi Rp 252 miliar. Penurunan tersebut merefleksikan perkiraan laba bersih inti yang sebesar Rp 203 miliar pada 2021. Sedangkan perkiraan kontrak baru perseroan kemungkinan mencapai Rp 22,6 triliun tahun ini dibandingkan estimasi semula Rp 25,7 triliun.

Meski demikian, menurut Joshua, PP sedang memasuki masa pemulihan dengan keuntungan paling rendah diperkirakan sudah terlewati pada 2020. Sebab itu, dia mempertahankan rekomendasi beli saham PTPP dengan target harga Rp 1.500.

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, prospek emiten konstruksi akan menjanjikan ke depan, seiring rencana Pemerintah Indonesia untuk mulai menggarap Ibu Kota baru mulai tahun 2022.

“Pengembangan Ibu Kota baru menggunakan skema public private partnership (PPP), karena pemerintah tidak mengalokasikan anggaran dalam APBN 2022,” tulis dia dalam risetnya.

Berdasarkan data, kebutuhan dana untuk pengembangan tahap I Ibu Kota baru senilai Rp 466 triliun. Pendanaan sebesar 56% ditargetkan bersumber dari skema PPP, sebanyak 26% dari sektor swasta, dan sisanya 18% dari anggaran negara.

Mengenai pemanfaatan skema PPP ini, Maria menegaskan bahwa itu bisa berdampak positif terhadap emiten BUMN konstruksi.

Ada empat emiten BUMN konstruksi yang bakal berpartisipasi dalam pengembangan kota baru tersebut. Sedangkan emiten yang memiliki neraca keuangan paling baik akan menjadi emiten yang paling diuntungkan untuk berpartisipasi besar dalam pengembangan tersebut.

Berdasarkan data hingga Juni 2021, rata-rata rasio utang (DER) emiten BUMN konstruksi sekitar 2,35 kali, yaitu PP dengan DER 1,46 kali, Wika 1,58 kali, Adhi Karya 1,96 kali, dan Waskita Karya 4,42 kali.

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi overweight saham-saham emiten BUMN konstruksi.

Target tersebut mempertimbangkan upaya pemerintah yang masih menjadikan pengembangan infrastruktur sebagai target tahun depan, upaya pemerintah menyuntik modal beberapa BUMN konstruksi pada 2022, dan pengembangan Ibu Kota baru.

“Sedangkan target pertumbuhan kontrak baru BUMN konstruksi diperkirakan masih konservatif, yaitu sebesar 15- 25% pada 2022,” jelasnya.

Proyek SPAM

Ringkasan kinerja keuangan PP
Ringkasan kinerja keuangan PP

Sementara itu, PP melalui PT PP Infrastruktur dan PT PP Tirta Riau memulai pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM) Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar.

Hal ini ditandai dengan pemancangan tiang perdana belum lama ini. Pemancangan tiang perdana tersebut menandai dimulainya konstruksi SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar dengan target kapasitas 1.000 liter per detik (lpd). Proyek SPAM tersebut ditargetkan mulai mengalirkan air minum ke rumah pelanggan secara bertahap mulai akhir tahun 2022.

“Pembangunan instalasi unit produksi ini akan menggunakan teknologi handal dan terbaik saat ini. Instalasi direncanakan dalam dua tahap dengan total kapasitas sebesar 1.000 lpd,” ujar Direktur Operasi PP Infrastruktur Satya Priyambodo melalui siaran pers, Selasa (21/9).

Sementara itu, Corporate Secretary PP Yuyus Juarsa menambahkan, SPAM Lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar akan melayani sekitar 624.000 jiwa atau setara dengan 102.000 sambungan rumah tangga di lima kecamatan.

“Sumber air baku yang akan digunakan di daerah tersebut berasal dari Sungai Kampar,” ujar. Selain investasi unit produksi lingkup hulu dan unit distribusi di lingkup hilir, Direktur PP Tirta Riau Achmad Sanusi mengatakan, PP Tirta Riau akan mendukung Perumdam dalam bentuk perencanaan dan pendampingan manajemen. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan kinerja Peruma dalam melaksanakan kegiatan penyediaan air minum bagi kebutuhan pelanggan.

“Untuk memfasilitasi terselenggaranya SPAM lintas Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar ini dilakukan penandatanganan MoU Perumdam Tirta Siak dan Perumdam Tirta Kampar dengan Asosiasi Pengembang Perumahan (ASPERNAS), Real Estate Indonesia (REI), serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI),” ujarnya

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN