Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu kegiatan di Kalbe Farma. Foto: BeritasatuPhoto/Joanito De Saojoao

Salah satu kegiatan di Kalbe Farma. Foto: BeritasatuPhoto/Joanito De Saojoao

Digitalisasi Jadi Babak Baru bagi Kalbe Farma

Jumat, 24 September 2021 | 18:23 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) memasuki babak baru dengan peningkatan penjualan secara digital setelah mengembangkan sejumlah aplikasi. Strategi ini diharapkan menjadi tambahan energi untuk pertumbuhan kinerja keuangan perseroan, selain ekspansi bisnis dan penambahan produk.  

Analis Samuel Sekuritas Suria Dharma mengungkapkan, Kalbe Farma bersama Grup Emtek telah mengembangkan aplikasi KlikDokter. Aplikasi ini mencatatkan pertumbuhan pengguna yang signifikan hingga mencapai angka jutaan. KlikDokter merupakan solusi layanan kesehatan online yang terintegrasi.

KlikDokter didirikan melalui perusahaan patungan yang dibentuk oleh Kalbe Farma dengan kepemilikan saham sebesar 76% dan sisanya 24% dipegang oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK). KlikDokter menawarkan berbagai layanan B2C dan B2B, termasuk telekonsultasi, e-resep, pengiriman obat, reservasi layanan medis, toko kesehatan online, serta solusi media terintegrasi.

Harga saham KLBF dalam satu dekade terakhir
Harga saham KLBF dalam satu dekade terakhir

Hingga Juni 2021, KlikDokter telah memiliki sebanyak 14 juta pengguna aktif per bulan. Sedangkan pertumbuhan pengguna KlikDokter mencapai 303% per tahun.

Selain itu, menurut Suria, Kalbe Farma telah menyediakan aplikasi KALCare yang sangat dibutuhkan masyarakat di masa pandemi dan PPKM. KALCare merupakan unit bisnis e-commerce Kalbe Farma yang menyediakan berbagai produk kesehatan mulai dari nutrsi kesehatan, vitamin & suplemen, peralatan medis, serta makanan dan minuman kesehatan.

Saat ini, KALCare telah melayani pengiriman produk ke lebih dari 100 kota di 24 provinsi di seluruh Indonesia. Aplikasi tersebut juga didukung oleh ribuan merchant partners dan melayani lebih dari ratusan ribu pelanggan aktif.

“Inisiatif digital tersebut diperkirakan menjadi sumber pertumbuhan baru Kalbe Farma ke depan. Inisiatif tersebut mendorong kami untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF,” tulis Suria dalam risetnya.

Namun, mengenai kinerja, dia memilih untuk menurunkan target laba bersih perseroan tahun 2021 dan 2022. Sedangkan target pendapatan direvisi sedikit naik untuk tahun 2021 dan 2022.

Revisi target tersebut mempertimbangkan pertumbuhan kinerja keuangan Kalbe Farma sepanjang semester I-2021.

Salah satu aktivitas di pabrik  Kalbe Farma. Foto: EMRAL
Salah satu aktivitas di pabrik Kalbe Farma. Foto: EMRAL

Adapun target laba bersih perseroan tahun ini diturunkan dari Rp 3,27 triliun menjadi Rp 2,93 triliun. Sedangkan perkiraan  pendapatan direvisi naik tipis dari Rp 24,71 triliun menjadi Rp 24,73 triliun.

Begitu juga dengan perkiraan laba bersih perseroan tahun 2022 direvisi turun dari semula Rp 3,47 triliun menjadi Rp 3,22 triliun.

Sedangkan pendapatan perseroan direvisi naik dari Rp 26,43 triliun menjadi Rp 26,53 triliun. Berbagai faktor tersebut mendorong Samuel Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.750.

Sentimen positif terhadap pergerakan saham perseroan berasal dari peluang pendistribusian vaksin Covid-19.

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Mimi Halimin mengungkapkan, realisasi kinerja keuangan Kalbe Farma telah sesuai ekspektasi.

“Laba bersih senilai Rp 780,8 miliar per Juli 2021 telah merefleksikan 52,4% dari perkiraan kami dan setara dengan 51,2% dari consensus analis,” tulis dia dalam risetnya.

Mirae memilih untuk merevisi naik target kinerja keuangan Kalbe Farma tahun ini. “Kami menaikkan target kinerja keuangan perseroan tahun 2021 dan 2022 sejalan dengan tingginya pencapaian penjualan divisi obat resep dan divisi distribusi di tengah penurunan performa divisi nutrisi,” jelasnya.

Rincian kinerja keuangan Kalbe Farma
Rincian kinerja keuangan Kalbe Farma

Pihaknya memperkirakan penjualan divisi konsumsi kesehatan (consumer health) lebih tinggi dari perkiraan semula menjadi 6% tahun ini, penjualan divisi nutrisi sekitar 3%, dan divisi distribusi bisa mencapai 12%. Angka pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan semula masingmasing 3%, 6%, 6%, dan 8%.

Dengan perkiraan penjualan lebih baik tersebut, target laba bersih Kalbe Farma tahun ini direvisi naik dari Rp 2,86 trilliun menjadi Rp 2,89 triliun. Begitu juga dengan proyeksi pendapatan direvisi naik dari Rp 24,50 triliun menjadi Rp 24,66 triliun.

Sedangkan proyeksi laba bersih perseroan tahun 2022 direvisi naik dari Rp 3,08 triliun menjadi Rp 3,11 triliun.

Begitu juga dengan perkiraan pendapatan direvisi naik dari Rp 25,96 triliun menjadi Rp 26,13 triliun.

Mirae juga mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.760. Target harga tersebut merefleksikan kinerja keuangan yang lebih baik dan mempertimbangkan rata-rata PE KLBF dalam lima tahun terakhir sebesar 27,4 kali.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN