Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan.

PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan.

Waskita akan Kembali Berjaya

Senin, 27 September 2021 | 10:01 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Waskita Karya Tbk (WSKT) melakukan transformasi bisnis yang tertuang dalam 8 stream penyehatan keuangan perusahaan. Strategi itu bertujuan untuk memastikan fokus utama perseroan. Lantas, apakah Waskita akan kembali berjaya?  

“Kami menilai bahwa 8 strategi tersebut akan membawa Waskita kembali berjaya. Apalagi,perseroan telah mendapatkandukungan dari pemerintah,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata dalam risetnya.

Satu dari delapan strategi itu adalah injeksi modal. Waskita akan melangsungkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Total dana yang ditargetkandari aksi korporasi ini sebesar Rp 10,9 triliun, yangterdiri atas penyertaan modal negara (PMN) senilai Rp 7,9 triliun dan pemodal publik Rp 3 triliun.

Rencana rights issue Waskita telah mendapat persetujuan pemegang saham melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 21 September 2021. Perseroan siap menerbitkan sebanyak 24,56 miliar saham baru.

Prospek WSKT
Prospek WSKT

Strategi kedua adalah penerbitan surat utang yang dijamin oleh pemerintah. Dana hasil emisi obligasi ini akan dimanfaatkan untuk pembiayaan dan modal kerja pengembangan ruas tol di Sumatra Selatan. Waskita akan menerbitkan obligasi Rp 1,77 triliun. Sebanyak Rp 112 miliar dari obligasi tersebut dijamin oleh PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia atas nama pemerintah dan sisanya dijamin pemerintah.

Obligasi perseroan telah mendapatkan peringkat AAA dari Pefindo. Kemudian, strategi ketiga adalah penandatanganan Master Restructuring Agreement (MRA). Waskita berhasil bernegosiasi dengan 21 bank dan mendapatkan dukungan penuh perihal restrukturisasi utang senilai Rp 29,2 triliun.

Para kreditur sepakat untuk memperpanjang tenor pinjaman Waskita hingga 31 Desember 2026 dengan tingkat bunga 5,5% per tahun.

Dengan penurunan tingkat bunga, beban bunga yang harus ditanggung perseroan bakal lebih rendah.

Harga saham WSKT sejak pencatatan saham perdana
Harga saham WSKT sejak pencatatan saham perdana

Terlebih, divestasi tol juga akan memangkas total utang perusahaan. Strategi keempat adalah restrukturisasi utang anak usaha, antara lain PT Waskita Toll Road (WTR) dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). Lalu, kelima, perseroan akan kembali melanjutkan divestasi beberapa ruas tol.

Sebanyak 13 ruas tol akan didivestasi dalam kurun waktu 2021-2025. Perseroan sebelumnya telah berhasil menjual saham di tiga ruas tol, yaitu Medan-Kualanamu- Tebing Tinggi, Semarang- Batang, dan Cinere-Serpong.

Divestasi dilaksanakan dengan menerbitkan RDPT dan pengalihan saham. Total dana yang diraih dari divestasi aset tersebut senilai Rp 2 triliun hingga Juni 2021. Perseroan juga telah menandatangani CSPA divestasi ruas tol Cibitung-Cilincing.

“Waskita kemungkinan merealisasikan beberapa divestasi ruas tol dalam waktu dekat,” ungkap Maria.

Prospek WSKT
Prospek WSKT

Lebih lanjut, strategi keenam adalah fokus menyelesaikan proyek ruas tol Trans Sumatra. Ketujuh, fokus pada portofolio dan inovasi, efisiensi, dan digitalisasi.

Terakhir, kedelapan, perseroan akan memperkuat GCG dan manajemen risiko. Hal itu akan dilakukan dengan membentuk komite manajemen investasi. BRI Danareksa Sekuritas memproyeksikan penurunan drastis kerugian Waskita menjadi Rp 392 miliar pada tahun ini dibandingkan rugi bersih tahun 2020 yang sebesar Rp 7,37 triliun. Pendapatan diharapkan bertumbuh menjadi Rp 17,57 triliun dari Rp 16,19 triliun.

Adapun saham WSKT direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.300. Target harga tersebut juga mempertimbangkan potensi membaiknya kinerja keuangan perseroan dalam jangka panjang.

Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas Winson Pangestu dalam risetnya mengungkapkan, prospek kinerja keuangan emiten konstruksi, seperti Waskita, bakal didukung oleh sejumlah faktor. Di antaranya, injeksi modal melalui rights issue, divestasi ruas tol, dan pembangunan Ibu Kota baru mulai tahun 2022.

Selain itu, menurut dia, Waskita tengah berdiskusi dengan Indonesia Investment Authority (INA) untuk berinvestasi di empat ruas tol yang sedang dikerjakan perseroan. Realisasi investasi tersebut akan berdampak positif terhadap pergerakan harga saham WSKT ke depan.

Waskita juga mendapat sentimen positif dari pelaksanaan rights issue. Masuknya dana segar tentu akan berdampak terhadap kemampuan pendanaan perseroan untuk membidik proyek ke depan 

Di sisi lain, Waskita mendapat dukungan positif dari pemulihan ekonomi yang akan berkorelasi langsung terhadap peningkatan kontrak baru perseroan.

Pulih Total

Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, Destiawan Soewardjono dalam diskusi Zooming with Primus: Jurus BUMN Menghadapi New Normal Kamis (11/6/2020). Sumber: BSTV
Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk, Destiawan Soewardjono  Sumber: BSTV

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan, pihaknya menargetkan seluruh proses pemulihan keuangan perseroan tuntas pada 2025. Secara grup, proses restrukturisasi utang menyisakan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) yang diperkirakan selesai pada akhir kuartal IV-2021.

Yang jelas, dengan tercapainya restrukturisasi utang Waskita dengan 21 bank, maka perseroan mengharapkan pada awal Oktober 2021, bisa mendapatkan fasilitas baru untuk peningkatan kinerja karena dalam tiga bulan ke depan, perseroan harus mengejar target 2021.

Selain fokus menuntaskan utang melalui proses restrukturisasi, perseroan juga berupaya menutup utang dengan melakukan divestasi sejumlah jalan tol.

Di luar itu, Waskita juga mengantongi dukungan penuh dari pemerintah melalui penjaminan modal kerja dan penjaminan obligasi yang akan jatuh tempo pada 2021 dan 2022.

“Jadi, hal ini merupakan komitmen pemerintah untuk bisa mengembalikan Waskita pada performa terbaiknya,” papar Destiawan.

Terkait divestasi, dia me nyebutkan, dalam waktu dekat akan menyelesaikan dua transaksi divestasi jalan tol. Pertama Tol Cibitung-Tanjung Priok yang diperkirakan rampung pada Oktober 2021.

Jalan Tol Cimanggis - Cibitung akan bermanfaat untuk mengurangi atau mempercepat waktu tempuh
Jalan Tol Cimanggis - Cibitung akan bermanfaat untuk mengurangi atau mempercepat waktu tempuh

Selanjutnya,Tol Cimanggis-Cibitung yang saat ini masih dalam proses divestasi. Dia berharap, divestasi dua ruas tol tersebut dapat tuntas pada tahun ini.

Di samping itu, untuk menyehatkan kembali posisi keuangan perseroan, Destiawan juga menyampaikan bahwa perusahaan akan melakukan efisiensi untuk meningkatkan EBITDA. Kemudian, melalui restrukturisasi dan PMN, pekerjaan konstruksi jalan tol yang diperoleh dari investasi akan mendapatkan pembayaran yang bisa dipakai untuk mengembalikan pinjaman biaya konstruksi.

Selama empat tahun ke depan, perseroan menargetkan CAGR sebesar 25%. Untuk mencapainya, perseroan pun melakukan transformasi bisnis yang semula fokus pada investasi di jalan tol, beralih ke investasi proyek-proyek konvensional.

“Artinya, proyek yang ditenderkan pemerintah dan Kementerian BUMN yang dalam proses konstruksinya atau sistem pembayarannya monthly payment dan ada uang mukanya, sehingga akan sangat membantu cash flow ke depan,” ujarnya

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN