Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pabrik AKR Corporindo. Foto: ISTIMEWA

Pabrik AKR Corporindo. Foto: ISTIMEWA

AKR Bisa Tumbuh Lebih Pesat Tahun Ini

Jumat, 9 April 2021 | 16:03 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) diproyeksikan mampu mencetak pertumbuhan kinerja keuangan yang lebih pesat tahun ini. Pertumbuhan itu bakal didukung oleh peningkatan penjualan lahan industri. Begitu juga dengan bisnis penyaluran bahan bakar minyak (BBM) dan bahan kimia yang diperkirakan cenderung bertumbuh sejalan dengan membaiknya perekonomian.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Ignatius Teguh Prayoga mengungkapkan, tren pertumbuhan kinerja keuangan AKR ditunjukkan oleh keberhasilan perseroan mencetak penjualan lahan industri seluas 14 hektare (ha) hingga Maret 2021 atau setara dengan 35% dari target penjualan tahun ini seluas 40 ha.

Dari bisnis utama penyaluran BBM, AKR menunjukkan tren pertumbuhan volume penjualan untuk semua sektor, yang sejalan dengan membaiknya perekonomian Indonesia. Begitu juga dengan bisnis penyimpanan BBM perseroan diharapkan mengalami pertumbuhan sepanjang tahun ini.

AKR Corporindo.
AKR Corporindo.

Pertumbuhan kinerja keuangan AKR juga bakal didukung oleh bisnis bahan kimia dengan harga yang mengarah pada pemulihan. Apalagi, perseroan telah membentuk perusahaan patungan bersama Petronas yang diharapkan segera beroperasi. Optimisme pertumbuhan keuntungan juga didukung oleh proyeksi manajemen pada kisaran 12-15% sepanjang tahun ini.

Ignatius juga memberikan pandangan positif terkait rencana AKR untuk membagikan dividen sebesar Rp 125 per saham. Dividen tersebut setara dengan 50,5% dari laba bersih dan merefleksikan imbal hasil dividen sekitar 3,9%. Usulan dividen tersebut kemungkinan diagendakan dalam RUPS pada April tahun ini.

“Dengan ekspektasi ekonomi mulai pulih ditambah realisasi penjualan lahan industri yang sudah mencapai 14 ha pada kuartal I-2021, kami memperkirakan bahwa laba bersih AKR akan bertumbuh 12,6% tahun ini. Karena itu, kami merekomendasikan beli saham AKRA dengan target harga Rp 3.700,” tulis Ignatius dalam risetnya.

Target harga tersebut mempertimbangkan proyeksi peningkatan laba bersih AKR menjadi Rp 1,1 triliun pada 2021 dibandingkan realisasi tahun 2020 senilai Rp 925 miliar. Penjualan juga diharapkan meningkat menjadi Rp 22,31 triliun dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 17,71 triliun.

Harga saham AKRA satu dekade terakhir, prospek saham AKRA, dan kinerja keuangan AKR Corporindo
Harga saham AKRA satu dekade terakhir, prospek saham AKRA, dan kinerja keuangan AKR Corporindo

Terkait realisasi kinerja keuangan AKR tahun 2020, Ignatius menilai bahwa itu masih di bawah perkiraan BRI Danareksa Sekuritas. Namun, realisasi tersebut sudah melampaui konsensus analis.

“Peningkatan kinerja keuangan ditopang oleh penjualan BBM industri, penjualan lahan industri, keuntungan dari penjualan PPE, dan penurunan biaya keuangan. Begitu juga dengan marjin keuntungan kotor dari bisnis BBM, kimia, manufaktur, dan lahan industri yang mengalami peningkatan,” jelas dia.

Tahun lalu, AKR mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp 925 miliar. Laba bersih itu bertumbuh 30% dibandingkan 2019 yang senilai Rp 714 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan turun dari Rp 21,7 triliun menjadi Rp 17,71 triliun.

Sebelumnya, analis Samuel Sekuritas Indonesia Ilham Akbar Muhammad mengungkapkan, tahun ini merupakan tahun keberuntungan bagi AKR. Hal itu sesuai dengan asumsi yang telah disampaikan manajemen terkait peluang pertumbuhan seluruh bisnis perseroan tahun ini dibandingkan pencapaian tahun 2020.

Penopang utama peningkatan kinerja keuangan AKR adalah peningkatan volume distribusi BBM yang ditargetkan sebesar 8-10% tahun ini. Sektor pertambangan akan menjadi penopang utama pertumbuhan penjualan BBM, seiring dengan kenaikan harga jual komoditas tambang. Permintaan BBM industri umum juga diharapkan lebih baik, seiring pulihnya aktivitas ekonomi.

Proyeksi peningkatan kinerja keuangan perseroan, menurut Ilham, bakal didukung oleh kenaikan rata-rata harga jual kimia dasar dan BBM mengikuti tren penguatan harga minyak dunia.

Perseroan juga akan mendapatkan dukungan positif dari pembentukan perusahaan patungan dengan Petronas. Perusahaan tersebut akan mulai menjual produk metanol pada kuartal I-2021.

Manajemen AKR juga mengindikasikan peningkatan penjualan lahan industri tahu ini seluas 30-35 ha. Bahkan, perseroan mencatat ada potensi permintaan lahan hingga 200 ha dari satu perusahaan asing.

AKR Corporindo. Foto: IST
AKR Corporindo. Foto: IST

Perseroan juga sedang menunggu persetujuan izin KEK JIIPE yang diperkirakan tuntas pada kuartal I-2021. Dukungan lainnya datang dari optimisme manajemen AKR terhadap berlanjutnya tren rasio dividen sekitar 50-60% dari total laba bersih. Target ini didukung oleh pertumbuhan laba dan arus kas perseroan yang kuat.

“Kami menilai bahwa target pertumbuhan volume pendistribusian BBM yang berkisar 8-10% dari manajemen AKR tergolong konservatif, karena di bawah target tahun lalu 15%. Namun, pulihnya harga minyak dunia berpotensi mendongkrak fee distribusi segmen kimia dasar perseroan tahun ini,” tulis Ilham dalam risetnya.

Dengan perkiraan penjualan lahan industri seluas 30-35 ha, kontribusi segmen lahan industri terhadap laba bersih perseroan akan meningkat. Diproyeksikan kontribusi penjualan lahan industri terhadap laba bruto mencapai 18% pada 2021 dibandingkan perkiraan tahun 2020 sekitar 17%.

Sementara, perusahaan patungan antara perseroan dan Petronas dalam memasarkan methanol tentu juga akan berdampak positif bagi perseroan. Sebab itu, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham AKRA dengan target harga Rp 3.700.

Target harga tersebut mempertimbangkan estimasi kenaikan laba bersih AKR menjadi Rp 981 miliar tahun ini dibandingkan perkiraan tahun lalu senilai Rp 863 miliar. Penjualan perseroan juga diharapkan meningkat menjadi Rp 22,83 triliun pada 2021 dibandingkan perkiraan tahun 2020 sebesar Rp 18,52 triliun

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN