Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
wijaya karya

wijaya karya

Dampak Positif Proyek Kereta Api Cepat bagi Wika

Parluhutan Situmorang, Senin, 7 Oktober 2019 | 15:17 WIB

JAKARTA, investor.id - Pemancangan girder perdana proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung memberikan signal positif terhadap PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Proyek ini diharapkan menjadi katalis pertumbuhan kinerja keuangan lebih pesat dalam jangka panjang.

Sentimen positif tersebut mendorong sejumlah analis untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan perseoran ke depan. Selain itu, saham perseroan juga direkomendasikan beli dengan target harga pertumbuhan masih pesat ke depan.

Analis Danareksa Sekuritas Maria Renata mengatakan, pemasangan girder perdana proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung telah dilaksanakan di KM26 Cikarang Utama. Acara pemasangan girder tersebut dihadiri Menteri BUMN Rini Soemarno. Girder sepanjang 32 meter dengan bobot 800 ton tersebut telah mulai dikerjakan.

Progres proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 34,9% dan pembebasan lahanya sudah mencapai 99%. Hingga akhir 2019, progres proyek ditargetkan mencapai 53% dan mencapai 90% akhir 2020. Sedangkan komisioning diharapkan mulai kuartal I-2021 dan pengoperasian bisa dilaksanakan pada pertengahan tahun 2021.

Tunnel Walini proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: IST
Tunnel Walini proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Foto: IST

Kereta api cepat Jakarta-Bandung memiliki rel sepanjang 142 kilo meter (km), yaitu sepanjang 80 km dengan lintasan layang dan 16,9 km lintasan terowongan. Lintasan terowongan sendiri terdiri atas 13 terowongan dengan panjang beragam dan terpanjagn mencapai 4,1 km.

Proyek tersebut didanai fasilitas pinjaman dari China Development Bank (CDB) senilai US$ 4,5 miliar bertenor 40 tahun dengan tingkat bunga 2% per tahun dan grace periode selama 10 tahun. Hingga kini PT Kereta Cepat Indonesia-China telah mencairkan sbesar US$ 1,5 miliar dari fasilitas pinjaman tersebut.

Selain didukung sentimen positif proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung, dia mengatakan, keinginan untuk melepas saham treasury sebanyak 6 juta unit diharapkan berimbas positif terhadap pergerakan harga saham WIKA. Perseroan menyusun rencana untuk melepas saham treasury tersebut dalam waktu dekat.

Karyawan berkativitas di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta
Karyawan berkativitas di Call Center Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta

Berdasarakan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa penjualan saham treasury harus lebih mahal, dibandingkan dengan harga pembelian. Sebagaimana diketahui rata-rata harga pembelian saham treasury WIKA tersebut mencapai Rp 1.707 per saham, dibandingkan dengan rata-rata harga jual saham WIKA dalam 90 hari terakhir mencapai Rp 2.216 per saham.

Penjualan saham treasury tersebut, ungkap Maria, bakal berdampak terhadap catatan laporan keuangan perseroan dengan perkiraan nilai penjualan mencapai Rp 1,3 triliun. Pelepasan tersebut akan membuat total saham beredear perseroan akan bertambah hingga 6 juta unit.

Berbagai faktor tersebut mendorong Danareksa Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham WIKA dengan taarget harga Rp 3.400 per saham. Target harga tersebut didasarkan juga terhadap ekspektasi kenaikan kinerja keuangan ke depan.

Danareksa Sekuritas menargetkan berlanjutnya pertumbuhan laba bersih Wika menjadi Rp 2,32 triliun pada 2019 dan menjadi Rp 2,73 triliun pada 2020, dibandingkan realisasi tahun lalu senilai Rp 1,73 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan meningkat menjadi Rp 39,02 triliun tahun ini dan diharapkan kembali naik menjadi Rp 46,73 triliun pada 2020, dibandingkan perolehan tahun lalu Rp 31,15 triliun.

Pandangan positif terhadap proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung juga diungkapkan analis Mirae Asset Sekuritas Joshua Michael. Menurut dia, rampungnya pembebasan lahan proyek kereta api cepat ditambah mulai pemasangan girder perdana diharapkan menjadi signal positif terhadap Wika.

“Kami memperkirakan keuntungan perseroan dari proyek tersebut mulai berkontribusi tahun ini, namun sumbangannya diperkirakan lebih rendah dari perkiraan semula Rp 350 miliar terhadap laba bersih tahun 2019 menjadi sekitar Rp 303 miliar terhadap laba bersih tahun ini,” terangnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.

Revisi turun kontribusi proyek kereta api cepat terhadap keuntungan perseroan, ungkap dia, sejalan dengan keputusan manajemen Wika untuk merevisi target progress pembangunan kereta api cepat Jakarta-Bandung dari 60% menjadi 53% tahun ini. Namun target penyelesaian masih tetap dipertahankan tahun 2021.

Mirae Asset Sekuritas menargetkan kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 2,25 triliun tahun ini dan diperkirakan stagnan menjadi Rp 2,20 triliun pada 2020, dibandingkan realiasi tahun lalu Rp 1,73 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan naik menjadi Rp 38,34 triliun pada 2019 dan menjadi Rp 44,75 triliun pada 2020, dbandingkan periode sama tahun lalu Rp 31,15 triliun.

Mirae Asset Sekuritas menyebutkan bahwa fundamental WIKA masih tetap solid, sehingga penurunan harga saham perseroan dalam beberapa bulan terakhir menjadi peluang besar bagi investor. Saham WIKA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.950. Target harga tersebut juga merefleksikan perkiraan PE tahun ini sekitar 12 kali.

Tumiyana. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU
Tumiyana. Foto: Investor Daily/PRIMUS DORIMULU

Direktur Utama Wika Tumiyana beberapa waktu lalu mengatakan, perseroan menargetkan kontribusi kontrak luar negeri sebesar 5,65% dari total target kontrak baru tahun ini yang mencapai Rp 61,74 triliun. Hingga semester I-2019, perseroan telah mengantongi kontrak baru sebanyak Rp 15,23 triliun. Dari situ porsi kontrak baru luar negeri mengambil porsi 9,92%.

Pada Juni lalu, Wika juga berhasil merampungkan pembangunan proyek Bandara Internasional Oecusse di Timor Leste. Bandara pertama yang dibangun perseroan di luar Indonesia dengan ruang lingkup yang lengkap ini memiliki nilai kontrak sebesar US$ 119 juta.

Lingkup pekerjaan perseroan pada proyek bandara internasional ini meliputi pembuatan runway baru sepanjang 2,5 km, pelebaran dan perluasan wilayah bandara agar bisa menjadi bandara komersial. Pekerjaan tersebut termasuk pemutakhiran sistem radar dan navigasi serta standar keamanan bandara internasional. Selama periode 2015–2018, proses pembangunan ini melibatkan lebih dari 500 tenaga kerja gabungan Indonesia dan Timor Leste.

Sementara itu, demi menjaga cash flow, perseroan akan mengantongi pembayaran proyek turnkey senilai Rp 6 triliun pada semester II-2019. Rinciannya, pembayaran dari pekerjaan proyek Balikpapan-Samarinda sebesar Rp 4 triliun, dan proyek energi Rp 2 triliun. Adapun kas dan setara kas perseroan per Juni 2019 berada di posisi Rp 5,62 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA