Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Indofood CBP. Foto: IST

Indofood CBP. Foto: IST

Indofood CBP Masih Bertenaga Lanjutkan Pertumbuhan

Kamis, 1 April 2021 | 07:41 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) diyakini masih bertenaga untuk melanjutkan pertumbuhan tahun ini, meskipun telah terjadi lonjakan kinerja keuangan pada 2020. Pertumbuhan tahun ini bakal didukung oleh peningkatan permintaan dan Pinehill Company. Sedangkan kenaikan harga bahan baku menjadi faktor penekan marjin keuntungan pada 2021.

Analis Trimegah Sekuritas Indonesia Heribertus Ariando dan Darien Sanusi mengungkapkan, lonjakan kinerja keuangan Indofood CBP tahun lalu, terutama pada kuartal IV, memperkuat keyakinan terhadap berlanjutnya peningkatan kinerja pada tahun ini.

“Sementara, sentimen positif terhadap pergerakan harga saham ICBP datang dari tuntasnya akuisisi Pinehill Company yang bakal turut menopang pertumbuhan Indofood CBP. Adapun ratarata pertumbuhan laba bersih perseroan mencapai 15% dalam kurun waktu 2021-2023,” tulis Heribertus dan Darien dalam risetnya.

Di sisi lain, kenaikan harga komoditas bakal berimbas pada marjin keuntungan tahun ini. Sebab itu, Heribertus dan Darien memangkas target laba bersih Indofood CBP tahun ini sekitar 7% dan 1% pada 2022.

Produk Indofood di pasaran.
Produk Indofood di pasaran.

Meski demikian, saham ICBP tetap direkomendasikan beli dengan target harga dipertahankan sebesar Rp 12.300. Target harga tersebut mempertimbangkan proyeksi peningkatan laba bersih inti Indofood CBP menjadi Rp 6,17 triliun dibandingkan laba inti tahun lalu Rp 5,3 triliun.

Begitu juga dengan pendapatan ditargetkan meningkat menjadi Rp 55,89 triliun pada 2021 dibandingkan raihan tahun 2020 senilai Rp 46,64 triliun.

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengungkapkan, lonjakan laba bersih Indofood CBP tahun lalu didukung oleh peningkatan marjin kotor menjadi 38,4% sepanjang 2020, setelah Pinehill Company mulai berkontribusi terhadap keuangan perseroan.

Tidak hanya itu, semua divisi bisnis perseroan mencetak peningkatan marjin EBIT, kecuali bisnis susu olahan.

Lonjakan laba bersih tersebut juga dipengaruhi oleh penurunan pajak korporasi dan keuntungan selisih mata uang, sehingga laba bersih perseroan naik 30,7% menjadi Rp 6,6 triliun. Namun, jika kedua faktor tersebut tidak dihitung, laba inti perseroan hanya tumbuh 13% menjadi Rp 5,8 triliun.

Harga saham ICBP dalam satu dekade terakhir, prospek saham ICBP, dan kinerja keuangan Indofood CBP
Harga saham ICBP dalam satu dekade terakhir, prospek saham ICBP, dan kinerja keuangan Indofood CBP

“Realisasi laba bersih perseroan tersebut setara dengan 110% dari target kami dan merefleksikan 118% dari konsensus analis,” tulis Natalia dalam risetnya.

Realisasi kinerja keuangan yang kuat tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ICBP dengan target harga dipertahankan Rp 13.000. Target harga tersebut juga mempertimbangkan ekspektasi berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan perseroan sepanjang tahun ini.

Indofood Fritolay

Indofood CBP telah menuntaskan pembelian seluruh saham PT Indofood Fritolay Makmur (IFL) yang dimiliki Fritolay Netherlands BV, afiliasi dari PepsiCo Inc. Berdasarkan keterangan tertulis, Indofood CBP membeli sebesar 49% dari total seluruh saham yang telah diterbitkan IFL dengan nilai transaksi Rp 494 miliar yang akan didanai oleh kas internal perseroan.

Produk Indofood di gerai supermarket. Foto: EMRAL
Produk Indofood di gerai supermarket. Foto: EMRAL

Dengan dilakukannya transaksi tersebut, IFL akan mengakhiri perjanjian lisensi dengan PepsiCo Inc setelah IFL menuntaskan semua proses persiapan penghentian produksi dan penjualan produk merk milik PepsiCo.

Aksi korporasi tersebut harus diselesaikan dalam waktu 6 bulan sejak dilakukan transaksi. “Fritolay, PepsiCo dan pihak afiliasi lainnya tidak boleh memproduksi, mengemas, menjual, memasarkan, atau mendistribusikan produk makanan ringan apapun di Indonesia yang bersaing dengan produk IFL selama 3 tahun sejak berakhirnya masa transisi,” jelas Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Gideon A Putro.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN