Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Alat berat produk United Tractors. Foto: DEFRIZAL

Alat berat produk United Tractors. Foto: DEFRIZAL

Kinerja Tak Sesuai Ekspektasi

Rabu, 3 Maret 2021 | 05:03 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Meskipun realisasi kinerja operasional dan keuangan tahun lalu tidak sesuai ekspektasi, prospek PT United Tractors Tbk (UNTR) tahun ini tetap menjanjikan. Hal itu didukung oleh optimisme terhadap pulihnya permintaan dan harga jual batu bara yang berkorelasi dengan peningkatan permintaan alat berat.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Stefanus Darmagiri mengungkapkan, United Tractors memperkirakan penjualan alat berat merek Komatsu dan komoditas emas cenderung pulih tahun ini. Manajemen perseroan memperkirakan peningkatan volume penjualan alat berat mencapai 10-15% menjadi 1.700 unit tahun ini.

“Kami memprediksi solidnya harga jual batu bara akan menopang peningkatan permintaan alat berat Komatsu. United Tractors juga menargetkan bahwa kontribusi penjualan alat berat bermesin besar bisa mencapai 7% terhadap total penjualan atau sama dengan realisasi tahun 2020,” tulis Stefanus dalam risetnya.

Adapun bisnis penambangan emas, perseroan membidik volume penjualan pulih ke 350 ribu oz tahun ini dibandingkan realisasi tahun 2020 sekitar 320 ribu oz. Sedangkan volume produksi batu bara diperkirakan cenderung stagnan tahun ini, namun rata-rata harga jual cenderung lebih tinggi.

Kinerja keuangan UnitedTractors
Kinerja keuangan UnitedTractors

Terkait kinerja operasional United Tractors tahun lalu, menurut Stefanus, menunjukkan penurunan. Salah satunya, penjualan alat berat Komatsu turun 46,5% dari 2.926 unit menjadi 1.564 unit. Penurunan melanda penjualan alat berat di seluruh sektor, seperti pertambangan, pertanian, kehutanan, dan konstruksi.

Perseroan juga menunjukkan penurunan produksi batu bara mencapai 12,7% sepanjang tahun 2020 menjadi 114,6 juta ton. Begitu juga dengan volume penjualan emas melemah 22,1% menjadi 320 ribu oz tahun lalu.

Sedangkan volume penjualan batu bara naik 9,3% menjadi 9,3 juta ton dengan lonjakan tertinggi dicatatkan batu bara kokas yang mencapai 61,6%.

Namun, penurunan laba bersih United Tractors sebesar 46,9% menjadi Rp 6 triliun tahun lalu di bawah perkiraan BRI Danareksa Sekuritas atau hanya mencapai 81,4%. Begitu juga dengan penurunan pendapatan perseroan sebesar 28,5% menjadi Rp 60,34 triliun pada 2020 juga di bawah ekspektasi atau hanya merefleksikan 93%.

“Penurunan kinerja operasional dan keuangan tersebut dipengaruhi oleh pandemi Covid- 19. Meski demikian, kami mempertahankan rekomendasi beli saham UNTR dengan target harga Rp 33.000,” jelas Stefanus.

United Tractors. Foto: dok
United Tractors. Foto: dok

Target harga tersebut mempertimbangkan potensi pulihnya kinerja keuangan United Tractors tahun ini. Target tersebut juga mempertimbangkan harga jual batu bara yang lebih baik tahun ini dan kenaikan volume penjualan emas tahun ini. Target harga itu pun mencerminkan perkiraan PE tahun ini sekitar 12,2 kali.

Tahun ini, laba bersih United Tractors diprediksi naik menjadi Rp 10,1 triliun dibandingkan perkiraan tahun lalu senilai Rp 7,37 triliun. Pendapatan perseroan juga diharapkan melonjak menjadi Rp 72,86 triliun tahun ini dibandingkan proyeksi tahun lalu sebesar Rp 64,9 triliun.

Sebelumnya, Investor Relations United Tractors Ari Setiawan mengatakan, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/ capex) tahun ini sebesar US$ 290 juta atau setara dengan Rp 4,09 triliun.

Harga saham UnitedTractors (UNTR) satu dekade terakhir
Harga saham UnitedTractors (UNTR) satu dekade terakhir

Sebanyak 50% anggaran belanja modal tersebut dialokasikan untuk bisnis kontraktor penambangan yang sebagian besar digunakan untuk pergantian alat berat. Perseroan juga akan menggunakan sekitar 40% dari anggaran tersebut untuk pertambangan emas untuk membiayai pemgembangan fasilitas processing plant, proyek peningkatan operasional dan peningkatan tailing storage facility, serta pemeliharaan rutin.

“Adapun untuk sumber pendanaan belanja modal rencananya berasal dari kas internal perseroan,” kata Ari kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Terkait kinerja operasional dan keuangan perseroan tahun 2021, dia mengatakan, masih dipengaruhi pandemi Covid-19, sehingga perseroan akan menjaga kondisi keuangan tetap sehat dengan tujuan bisa meraih berbagai peluang usaha, apabila perekonomian Indonesia sudah kembali tumbuh.

“Kami siap menangkap peluang usaha yang ada,” ujar dia.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN