Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Proyek Adhi Karya. Foto: RUHT SEMIONO

Proyek Adhi Karya. Foto: RUHT SEMIONO

Mengukur Dampak PMN dan IPO Anak Usaha bagi Adhi Karya

Rabu, 28 Juli 2021 | 11:16 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk mendapatkan suntikan modal senilai Rp 2 triliun melalui penyertaan modal negara (PMN). Injeksi kapital tersebut bisa mendukung kemampuan pendanaan perseroan untuk mengejar proyek besar.

Adhi juga bakal didukung oleh pelaksanaan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sejumlah anak usaha. Aksi korporasi tersebut diharapkan menjadi tambahan katalis positif terhadapperseroan.

Sedangkan pengerjaan proyek konstruksi jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA bakal menopang kinerja tahun ini.

Pembangunan LRT di depan Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/6/2021). Proyek LRT sudah 100% ditangani Indonesia. Keretanya diproduksi oleh PT INKA, pembangunan konstruksinya oleh PT Adhi Karya, dan pengoperasiannya oleh PT KAI. LRT akan mengintegrasikan transportasi massal di Jabodebek, dengan MRT, KRL, kereta bandara maupun bus Transjakarta. Foto: Investor Daily/Emral Firdiansyah
Pembangunan LRT di depan Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta, Senin (14/6/2021). Proyek LRT sudah 100% ditangani Indonesia. Keretanya diproduksi oleh PT INKA, pembangunan konstruksinya oleh PT Adhi Karya, dan pengoperasiannya oleh PT KAI. LRT akan mengintegrasikan transportasi massal di Jabodebek, dengan MRT, KRL, kereta bandara maupun bus Transjakarta. Foto: Investor Daily/Emral Firdiansyah

Analis BRI Danareksa Sekuritas Maria Renata mengungkapkan, mekanisme penambahan modal Adhi akan dilaksanakan melalui penerbitan saham baru (rights issue).

“Kami menilai bahwa injeksi modal tersebut akan memperkuat keuangan dan memperbaiki struktur keuangan BUMN konstruksi, dengan saham pilihan teratas dari rencana itu adalah ADHI. Injeksi modal ini juga sebagai indikasi bahwa pemerintah terus mendukung pembangunan infrastruktur,” tulis dia dalam risetnya.

Adapun BUMN konstruksi yang disetujui menerima PMN paling besar pada 2022 itu adalah PT Hutama Karya senilai Rp 31,35 triliun, seiring dengan penugasan dari pemerintah untuk menuntaskan pembangunan tol Trans Sumatera. Dana tersebut tentu akan berdampak positif terhadap BUMN konstruksi lainnya yang bertindak sebagai kontraktor atas beberapa ruas tol yang digarap perseroan.

Harga saham ADHI dalam satu dekade terakhir
Harga saham ADHI dalam satu dekade terakhir

Berdasarkan data, hingga kini ada empat BUMN konstruksi yang memiliki tagihan dengan total Rp 8,8 triliun kepada Hutama Karya sampai Maret 2021.

Sementara itu, Adhi yang bakal mendapatkan PMN senilai Rp 2 triliun akan memanfaatkan dana tersebut untuk menuntaskan pembangunan jalan tol Solo-Yogyakarta-NYIA, Yogyakarta-Bawen, dan SPAM Karian.

Mengenai rencana rights issue, Adhi diperkirakan bisa mendatangkan tambahan modal senilai Rp 3,9 triliun. Angka ini berdasarkan kepemilikan saham pemerintah sebanyak 51% dan sisanya pemegang saham publik.

“Dengan menghitung harga saham ADHI pada kisaran Rp 700 per saham, total saham yang harus diterbitkan perseroan mencapai 5,6 miliar saham atau potensi dilusi sekitar 61,1%,” jelas Maria. Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas Winson Pangestu mengungkapkan, Adhi berencana menjajaki pendanaan hingga sebesar Rp 4,3 triliun dari pinjaman. Apalagi, mayoritas dana tersebut dimanfaatkan untuk investasi.

“Kami memandang bahwa penambahan pinjaman ini masih wajar, karena rasio utang perseroan setelah utang tersebut masih di level 2,2 kali,” tulis dia dalam risetnya.

Adhi Karya. Foto: IST
Adhi Karya. Foto: IST

Adhi berniat memanfaatkan sebanyak 70% pinjaman untuk investasi proyek tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo dan pengembangan SPAM Karian- Serpong. Sisanya dicadangan sebagai modal kerja untuk penyelesaian proyek-proyek yang sedang ditangani perseroan, seperti fase I LRT Jabodebek.

Winson juga memandang positif keinginan perseroan untuk intens berinvestasi pada pengembangan ruas tol dalam jangka pendek. Ruas tersebut nantinya didivestasi, jika harga jualnya sudah merefleksikan PBV 1,2-1,3 kali.

Di sisi lain, IPO saham PT Adhi Commuter Properti senilai Rp 1,7 triliun pada kuartal IV-2021 juga menambah dorongan bagi performa Adhi Karya.

Aksi korporasi ini akan memperkuat neraca keuangan perseroan.

Kinerja keuangan Adhi Karya
Kinerja keuangan Adhi Karya

Mengenai kontrak baru  Adhi senilai Rp 3,6 triliun hingga April 2021, Winson menyebutkan bahwa itu telah merefleksikan 15% dari target. “Kami tetap optimistis bahwa perseroan mampu merealisasikan target kontrak baru tahun ini,” jelasnya.

Berbagai faktor tersebut mendorong Sinarmas Sekuritas untuk merekomendasikan beli saham ADHI dengan target harga Rp 1.460. Target tersebut merefleksikan PBV sekitar 0,8 kali tahun ini.

Target ini juga mempertimbangkan bahwa valuasi saham perseroan masih atraktif. Adapun laba bersih Adhi Karya tahun ini diproyeksikan meningkat menjadi Rp 296 miliar dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 24 miliar.

Begitu juga dengan pendapatan perseroan diekspektasi meningkat dari Rp 10,82 triliun menjadi Rp 13,81 triliun.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN