Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
RS Mitra Keluarga. Foto: EMRAL

RS Mitra Keluarga. Foto: EMRAL

Performa Mitra Keluarga Kala Pandemi

Sabtu, 27 Maret 2021 | 17:04 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Realisasi pertumbuhan kinerja keuangan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) sepanjang 2020 telah melampaui perkiraan.

Pertumbuhan itu ditopang oleh besarnya pendapatan dari penanganan pasien Covid-19 yang disertai dengan penambahan jumlah tempat tidur. Kondisi serupa diperkirakan bakal menopang kinerja perseroan tahun ini.

Mitra Keluarga membukukan peningkatan laba bersih menjadi Rp 842 miliar hingga akhir 2020 dibandingkan tahun sebelumnya Rp 730 miliar. Peningkatan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan menjadi Rp 3,41 triliun dari Rp 3,2 triliun.

Menurut Mirae Asset Sekuritas dalam risetnya, realisasi pendapatan Mitra Keluarga tersebut setara dengan 101,6% dari target Mirae dan merefleksikan 103,1% dari konsensus analis.

Adapun pencapaian laba bersih merefleksikan 118,2% dari perkiraan Mirae dan sekitar 109,2% dari konsensus analis.

Ilustrasi Rumah Sakit Mitra Keluarga ( Foto: mitrakeluarga.com )
Ilustrasi Rumah Sakit Mitra Keluarga ( Foto: mitrakeluarga.com )

Pertumbuhan laba bersih 2020 yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan itu didukung oleh peningkatan marjin keuntungan (gross margin) perseroan menjadi 49,5% dibandingkan tahun sebelumnya 47,9%.

Begitu juga dengan marjin keuntungan bersih (net margin) yang meningkat dari 22,8% menjadi 24,6%.

Secara operasional, performa Mitra Keluarga sudah sesuai harapan dengan total rawat inap merefleksikan sebanyak 572 ribu hari atau hampir sama dengan perkiraan Mirae Asset Sekuritas.

Sementara, rata-rata pendapatan dari per pasien setiap hari mencapai Rp 3,9 juta atau lebih tinggi dari realisasi tahun 2019 yang sekitar Rp 3,2 juta.

Perseroan melalui jaringan rumah sakitnya juga mendapatkan keuntungan dari peningkatan jumlah pasien yang melakukan tes cepat (rapid test) Covid-19.

Tercatat, jumlah pasien yang melakukan rapid test sebanyak 356 ribu, sedangkan PCR sebanyak 205 ribu.

Harga saham MIKA sejak pencatatan perdana, prospek saham MIKA, dan kinerja keuangan Mitra Keluarga
Harga saham MIKA sejak pencatatan perdana, prospek saham MIKA, dan kinerja keuangan Mitra Keluarga

Mirae memperkirakan bahwa perseroan akan tetap mendapatkan keuntungan dari berlanjutnya tes-tes terkait Covid-19 tersebut.

Pemasukan lainnya yang berpotensi didapatkan perseroan tahun ini berasal dari keikutsertaan dalam pendistribusian vaksin mandiri, khususnya vaksin Gotong Royong, untuk karyawan perusahaan. Program pengadaan vaksin ini merupakan domain Kementerian BUMN yang bekerja sama dengan PT Bio Farma. Vaksin yang digunakan di luar vaksin Sinovac, AstraZeneca, Novavax, dan Pfizer.

Selain keikutsertaan program vaksinasi, pendapatan Mitra Keluarga akan terdongkrak oleh penambahan jumlah pasien Covid-19. Tahun ini, rata-rata pendapatan dari penanganan pasien Covid-19 bisa mencapai Rp 3,9-4,4 juta.

Jumlah pasien yang diperkirakan berkunjung ke rumah sakit perseroan mencapai 2,26 juta orang tahun ini, dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp 609 ribu per pasien.

Berbagai faktor tersebut mendorong Mirae Asset Sekuritas merevisi naik target pendapatan Mitra Keluarga tahun ini menjadi Rp 4,63 triliun dari Rp 4,01 triliun. Begitu juga dengan perkiraan laba bersih direvisi naik dari Rp 868 miliar menjadi Rp 1,23 triliun. Mirae juga merevisi naik target harga saham MIKA dari Rp 3.150 menjadi Rp 3.450 dengan rekomendasi dipertahankan beli.

Sementara itu, analis Samuel Sekuritas Indonesia Olivia Laura Anggita mengungkapkan, realisasi laba bersih Mitra Keluarga sebesar Rp 923 miliar pada 2020 merefleksikan sekitar 100% dari target Samuel Sekuritas dan merefleksikan 121% dari konsensus analis.

Pertumbuhan laba didukung oleh keberhasilan perseroan mencetak pertumbuhan pendapatan dan marjin keuntungan.

Pertumbuhan tersebut juga dikontribusi oleh besarnya pendapatan dari penanganan pasien Covid-19. Pertumbuhan juga ditopang oleh peningkatan jumlah tempat tidur sebesar 8% menjadi 3.105 tempat tidur.

“Sejalan dengan target serta proyeksi perusahaan, kami memperkirakan momentum pertumbuhan pendapatan dan laba bersih Mitra Keluarga akan berlanjut tahun ini,” tulis Olivia dalam risetnya.

Salah satu RS Mitra Keluarga. Foto: mitrakeluarga.com
Salah satu RS Mitra Keluarga. Foto: mitrakeluarga.com

Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MIKA dengan target harga direvisi naik dari Rp 3.400 menjadi Rp 3.500. Target harga tersebut mencerminkan perkiraan PE tahun ini sekitar 49,5 kali dan EV/EBITDA mencapai 34,9 kali. Target harga tersebut juga memper timbangkan peningkatan laba bersih perseroan menjadi Rp 1 triliun tahun ini. Pendapatan perseroan juga diprediksi meningkat menjadi Rp 3,96 triliun.

Belanja Modal

Tahun ini, Mitra Keluarga menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 350 miliar. Dana tersebut akan dimanfaatkan untuk membiayai pembangunan rumah sakit baru. Selain itu, perseroan tengah menjajaki akuisisi dua rumah sakit tahun ini.

Head of Investor Relations Mitra Keluarga Karyasehat Aditya Widjaja mengatakan, rumah sakit yang bakal dibangun terletak di Jabodetabek dengan target kapasitas 200 tempat tidur. Dengan dimulai pembangunan tahun ini, perseroan berharap operasional rumah sakit tersebut bisa dilaksanakan pada 2022.

“Selain membangun rumah sakit baru, kami tengah melakukan penjajakan untuk akuisisi dua rumah sakit dengan target finalisasi tahun ini,” jelasnya kepada Investor Daily.

Untuk memuluskan rencana itu, kata Aditya, perseroan telah menyiapkan belanja modal sebanyak Rp 350 miliar yang berasal dari kas internal. Sebanyak 75% perseroan dialokasikan untuk pembangunan dan sisanya akan digunakan untuk peremajaan rumah sakit eksisting serta untuk mendukung operasional.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN