Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Foto:  DEFRIZAL

PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Foto: DEFRIZAL

Saat yang Tepat bagi Malindo untuk Tumbuh Pesat

Sabtu, 24 Juli 2021 | 07:25 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Kenaikan harga jual anak ayam usia sehari (day old chicken/DOC) berpotensi mendorong kinerja keuangan PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) tumbuh pesat tahun ini. Pertumbuhan tersebut juga bakal ditopang oleh berlanjutnya program culling (pemusnahan) induk ayam oleh pemerintah untuk memangkas kelebihan pasokan di pasaran.

Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengungkapkan, Malindo Feedmill merupakan emiten peternakanayam dan pakan ternak yang memiliki valuasi menggiurkan, seiring kenaikan harga jual daging ayam dan DOC.

Sedangkan bisnis pakan ternak diperkirakan melanjutkan penurunan tahun ini. Berdasarkan perhitungan, menurut dia, Malindo Feedmill setidaknya bakal mendapatkan keuntungan lebih dari Rp 100 miliar dari segmen penjualan DOC dibandingkan tahun lalu dengan kerugian Rp 3 miliar.

Keuntungan perseroan juga bakal didukung oleh perubahan strategi dengan mengoptimalkan penjualan makanan olahan berbahan baku daging ayam.

“Segmen penjualan makanan olahan daging ayam diharapkan menghasilkan margin keuntungan yang lebih baik, meski penjualan diprediksi lebih rendah tahun ini,” tulis Victor dalam risetnya.

Harga saham MAIN dalam satu dekade terakhir
Harga saham MAIN dalam satu dekade terakhir

Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk merevisi naik target harga saham MAIN dari Rp 900 menjadi Rp 1.000 dengan rekomendasi beli.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan estimasi lonjakan laba bersih Malindo menjadi Rp 224 miliar tahun ini dibandingkan tahun lalu yang mencatat rugi bersih Rp 39 miliar. Begitu juga dengan pendapatan perseroan diperkirakan meningkat dari Rp 7 triliun menjadi Rp 8,43 triliun. EBITDA perseroan diperkirakan sebesar Rp 635 miliar atau tumbuh 37% dari perolehan tahun lalu.

Sementara itu, analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Emma A Fauni mengungkapkan, harga daging ayam memang tergolong rendah Rp 18.900 per kilogram (kg) sepanjang Mei atau relatif sama dengan harga bulan sebelumnya.

Meski demikian, harga tersebut masih berada di level menguntungkan bagi emiten di sektor peternakan. Sedangkan harga jual DOC berada di level Rp 6.900 di Jawa Barat sepanjang Mei 2021 atau melonjak 87,1% dari periode sama tahun lalu dan naik 2,8% dari bulan sebelumnya.

Kenaikan harga jual tersebut menggambarkan bahwa permintaan daging ayam tetap stabil.

Kinerja keuangan Malindo Feedmill
Kinerja keuangan Malindo Feedmill

Adapun pada Juni 2021, menurut Emma, terlihat adanya penurunan harga jual daging ayam hingga mencapai level Rp 18.100 per kg. Namun, harga jual tersebut masih tergolong sehat dengan tetap ada margin keuntungan bagi petani.

Menyikapi penurunan harga jual ayam tersebut, pemerintah kembali meluncurkan program culling kelima dengan target pengurangan lebih dari 50 juta telur bibit ayam.

“Kami meyakini bahwa program ini bisa membuat harga jual daging ayam menjadi stabil dan kembali ke level normal,” tulis Emma dalam risetnya.

Mengenai dampak PPKM, dia menyebutkan bahwa kondisi itu berpotensi menekan permintaan daging ayam, karena penurunan mobilitas penduduk. Hal ini bisa memicu pergerakan harga daging ayang yang cenderung rendah sepanjang Juli 2021.

“Namun, dengan berlanjutnya intervensi pemerintah, harga jual daging ayam diperkirakan membaik tahun ini,” jelasnya.

Pabrik PT Malindo Feedmill Tbk. Foto: Perseroan.
Pabrik PT Malindo Feedmill Tbk. Foto: Perseroan.

Sebab itu, harga saham emiten peternakan ayam menjadi layak untuk diakumulasi, apalagi setelah harga saham emiten di sektor ini tertekan dalam beberapa pekan terakhir setelah pemerintah menerapkan PPKM Darurat akibat lonjakan kasus Covid-19 di dalam negeri. Mirae Asset Sekuritas menetapkan saham MAIN sebagai pilihan teratas untuk sektor peternakan dengan target harga Rp 1.350 dan rekomendasi beli.

Target harga tersebut menggambarkan peluang Malindo sebagai pemain di industri peternakan yang cenderung bertumbuh pada masa mendatang.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN