Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)

PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)

Surya Esa dan Tren Kenaikan Harga Amonia

Selasa, 13 April 2021 | 04:27 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - Tren kenaikan harga amonia seiring penjualan pupuk yang diperkirakan meningkat bakal berdampak positif terhadap kinerja keuangan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) tahun ini. Adapun kerja sama pengembangan amonia biru (blue ammonia) bisa mendorong pertumbuhan dalam jangka panjang.

Analis Trimegah Sekuritas Hasbie dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, dinamisasi suplai dan permintaan ammonia global berpotensi memulihkan harga jual produk itu pada 2021.

Berdasarkan data, sebanyak11% produksi amonia global dimanfaatkan pasar Amerika Serikat (AS). Sedangkan 60% produksi amonia negara tersebut berada di wilayah Selatan yang sedang mengalami cuaca dingin luar biasa, sehingga berpotensi menaikkan harga jual gas, yaitu bahan baku mentah amonia dan berpotensi menaikkan harga jual gas alam Henry Hub.

Produksi amonia Negara tersebut hingga kini belum mengalami pemulihan, meskipun harga gas alam cair Henry Hub pulih ke level normal US$ 2,5-3 per mmbtu. Rendahnya suplai tersebut dipicu oleh sejumlah pabrik nitrogen di negara tersebut yang sedang dalam perbaikan.

Harga saham ESSA sejak pencatatan perdana
Harga saham ESSA sejak pencatatan perdana

Sejumlah produsen amonia kesulitan untuk kembali menaikkan kapasitas produksi ke level normal, setelah beberapa wilayah masuk dalam cuaca dingin yang parah. Musim dingin yang parah tersebut mengakibatkan kerusakan sejumlah alat pabrik dan membutuhkan waktu perbaikan lebih lama.

Selain faktor kekurangan pasokan global, permintaan pupuk yang 80% bahan bakunya berasal dari amonia juga menunjukkan peningkatan di dalam negeri. Indonesia sedang memasuki musim tanam yang memicu peningkatan pupuk. Begitu juga denganharga komoditas sedang mengalami kenaikan tipis yang bisa berdampak pada kenaikan permintaan pupuk perkebunan.

“Dengan fakta penurunan suplai bersamaan dengan peningkatan permintaan, harga jual amonia di AS naik dari level US$ 270 per ton pada Januari 2021 menjadi US$ 545 per ton pada Maret 2021. Begitu juga dengan harga ammonia di Timur Tengah meningkat dari US$ 250 per ton menjadi US$ 430 per ton. Hal ini bisa menjadi faktor penguat harga jual amonia hingga akhir tahun ini,” tulis Hasbie dan Willinoy dalam risetnya.

PT Surya Esa Perkasa Tbk. Foto: Perseroan.
PT Surya Esa Perkasa Tbk. Foto: Perseroan.

Surya Esa juga bakal diuntungkan oleh pengembangan amonia biru yang rendah karbon. Perseroan melalui anak usahanya, PT Panca Amara Utama (PAU), telah menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan mitra bisnisnya untuk investasi penangkapan, pemanfaatan, dan penyimpanan karbon (carboncapture, utilization, and storage/CCUS) untuk produksi amonia biru di Indonesia.

PAU menandatangani kerja sama tersebut dengan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC), MitsubishiCorporation (MC), dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Nantinya, perusahaan yang menggunakan teknologi CCUS ini untuk memproduksi amonia biru di pabrik ammonia Banggai, Sulawesi Tengah.

Kinerja keuangan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)
Kinerja keuangan PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA)

Dengan berbagai faktor tersebut, Trimegah Sekuritas merevisi naik target laba bersih Surya Esa pada 2021-2022.Target tersebut merefleksikan asumsi harga amonia US$ 350 per ton tahun ini. Sedangkan target harga saham ESSA direvisi naik dari Rp 400 menjadi Rp 540 dengan rekomendasi\ beli.

Target harga tersebut merefleksikan proyeksi kenaikan laba bersih perseroan menjadi US$ 32 juta dibandingkan dengan rugi bersih tahun lalu senilai US$ 19,96 juta. Pendapatan yang terdiri atas bank lokal dan internasional. Fasilitas baru ini memungkinkan PAU untuk memiliki struktur keuangan yang lebih ramping dan solidserta membebaskan utang di level induk perusahaan.

“Kami mengumumkan keberhasilan refinancing atas kewajiban jangka panjang PAU melalui fasilitas baru ini. Fasilitas pinjaman baru ini akan memperkuat posisi keuangan perusahaan terutama di masa-masa yang penuh ketidakpastian,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN