Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pegawai melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

Pegawai melintasi layar pergerakan saham di gedung BEI, Jakarta. Foto ilustrasi: Investor Daily/David Gita Roza

“Tato” 4 Saham Emiten Menghilang

Abdul Aziz, Selasa, 8 Oktober 2019 | 09:30 WIB

JAKARTA, Investor.id- Sebanyak empat saham emiten keluar dari daftar emiten bermasalah yang mendapat notasi khusus dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Keempat saham emiten yang tak lagi memiliki “tato” tersebut adalah PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD), PT Timah Tbk (TINS), PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), dan PT Bara Jaya Internasional Tbk ( ATPK).

Data notasi khusus terkini yang diterbitkan BEI menyebutkan, saham JIHD tak lagi diberi notasi khusus karena emitennya telah menyampaikan laporan. Sebelumnya, BEI menyematkan tato L kepada saham emiten tersebut. TINS, yang semula diberi tato L, juga tak lagi masuk daftar tato BEI karena telah menyampaikan laporan keuangan.

Adapun APEX tak lagi menyandang tato EL karena telah menyampaikan laporan keuangan dan kinerja keuangan terakhirnya sudah menunjukkan ekuitas positif. Sedangkan tato S hilang dari saham ATPK karena laporan keuangan terakhir emiten itu menunjukkan adanya pendapatan usaha.

Dengan keluarnya keempat emiten tersebut dari daftar tato BEI, berarti tinggal 40 saham emiten yang masih mendapat notasi khusus dari otoritas bursa.

Ada tujuh notasi yang diberikan otoritas bursa kepada emiten bermasalah, yaitu B, M, E, S, A, D, dan L. Setiap emiten bisa terkena lebih dari satu notasi. Notasi B disematkan kepada emiten karena adanya permohonan pernyataan pailit, notasi M karena adanya permohonan penundaan kewajiban pembayaran utang atau (PKPU), dan notasi E karena laporan keuangan terakhir menunjukkan ekuitas negatif.

Adapun notasi S diberikan karena laporan keuangan terakhir emiten menunjukkan tidak ada pendapatan usaha, notasi A karena adanya opini tidak wajar (adverse) dari akuntan publik, notasi D karena adanya opini tidak menyatakan pendapat (disclaimer) dari akuntan publik, dan notasi L karena perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan.

BEI menerapkan notasi khusus sejak 27 Desember 2018 guna meningkatkan perlindungan kepada investor. Notasi khusus diberikan berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan emiten melalui IDXnet. Notasi khusus akan dicabut atau diberlakukan sesuai perkembangan masing-masing emiten.

Baca juga:

40 Saham di BEI Masih Ber-“tato”

 

 

 

 

 

 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA