Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

5G Hadirkan VR untuk Berinteraksi di Dunia Maya

Kamis, 13 April 2017 | 11:43 WIB
Oleh Emanuel Kure dan Imam Suhartadi

Kegunaan dari teknologi 5G dalam penerapan kehidupan keseharian, di antaranya bisa dimanfaatkan untuk virtual reality (VR), sehingga pengguna dapat berinteraksi di lingkungan maya. Melalui perangkat VR, pengguna terutama para gamers juga dapat memaksimalkan untuk bermain games, dan juga untuk optimalisasi e-commerce.

 

Kegunaan lainnya lagi dengan cakupan yang lebih besar, teknologi 5G dapat dimanfaatkan untuk menopang kegiatan banyak industri yang lebih baik, antara lain teknologi kendaraan otonom (autonomous car), system navigasi yang dapat diimplementasikan pada perangkat pintar bergerak (augmented reality/AR), robotic, kedokteran, dan real-time collaboration.

 

Sementara itu, Thomas Jul, president director Ericsson Indonesia dan Timor Leste, mengungkapkan, 5G merupakan teknologi yang sangat dibutuhkan oleh industri di era digital sekarang. Teknologi 5G mampu mentransformasikan industri untuk bekerja lebih cepat, efisien, dan dengan biaya operasional yang lebih rendah. Teknologi 5G merupakan evolusi dari teknologi 4G.

 

“Teknologi 5G memang dipersiapkan untuk melakukan transformasi industri, sehingga lebih efisien dan cepat. Selain itu, kehadiran 5G juga mendukung IoT yang digadang-gadang selama ini. Kecepatan dan latency yang rendah membuat industri bisa bekerja optimal dalam berbagai kegiatannya,” jelas Thomas.

 

Meski demikian, implementasi 5G di Indonesia menjadi tantangan yang besar bagi industri. Kesiapan ekosistem dan regulasinya menjadi syarat mutlak percepatan penerapan teknologi 5G. Tetapi, dia optimistis, antusiasme industri, pemerintah, dan operator telekomunikasi yang menyambut teknologi tersebut akan mempercepat komersial 5G di Indonesia.

 

“Ekosistem di Indonesia tidak hanya soal teknologi, tetapi bagaimana SDM memahami untuk menerapkan teknologi ini, kesiapan infrastruktur, serta support dari pemerintah. Semua stakeholder harus bekerja sama. Saya melihat berbagai industri juga sudah mulai siap, misalnya manufaktur, transportasi, dan juga logistik. Saya perkirakan, di Indonesia komersialisasi dapat terealisasi pada 2020 atau 2021,” pungkas Thomas.  (lm)

 

Baca selanjutnya di http://id.beritasatu.com/home/huawei-telkomsel-sudah-uji-coba-teknologi-45g/158911

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN