Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Network Telkomsel Nugroho menjelaskan keunggulan jaringan 5G dalam peluncuran layanan 5G yang digelar Telkomsel, Kamis, 27 Mei 2021

Direktur Network Telkomsel Nugroho menjelaskan keunggulan jaringan 5G dalam peluncuran layanan 5G yang digelar Telkomsel, Kamis, 27 Mei 2021

Ericsson: Konsumen Indonesia Tertarik Pindah ke Layanan 5G

Kamis, 24 Juni 2021 | 18:23 WIB
Investor Daily

JAKARTA, investor.id - Riset Ericsson menyebutkan, pengguna ponsel pintar (smartphone) di Indonesia, terutama yang berada di perkotaan, menunjukkan ketertarikan untuk pindah ke layanan seluler generasi kelima (5G) yang kini mulai diperkenalkan.

"Hampir separuh pengguna ponsel yang disurvei mau mencoba 5G," kata Kepala ConsumerLab Ericsson Research Jasmeet Singh Sethi, dalam jumpa pers virtual, Kamis (24/6).

Dalam laporan Ericsson ConsumerLab Five Ways to A Better 5G 2021, sejumlah 49% responden di Indonesia mau menggunakan 5G setelah layanan tersedia, berdasarkan data Ericsson pada Desember 2020.

Kemauan menggunakan 5G masih tinggi, meskipun turun dibandingkan Maret 2019 yang sempat menunjukkan ada 64% responden mau menggunakan 5G. Penurunan  terjadi karena hingga saat ini belum ada jadwal yang jelas mengenai ketersediaan 5G  komersial di Tanah Air.

Keinginan beralih ke 5G juga didukung ketersediaan banyaknya ponsel yang sudah bisa menangkap jaringan radio telekomunikasi generasi terbaru tersebut. Sebanyak 19% responden yang disurvei pun sudah memiliki gawai yang mendukung 5G.

Ericsson memprediksi akan ada 5 juta pengguna ponsel yang menggunakan 5G dalam dua tahun ke depan setelah peluncuran 5G komersial di Indonesia. Saat ini, layanan 5G komersial tahap awal sudah diluncurkan Telkomsel di sembilan kota dan Indosat Ooredoo di Kota Solo, Jawa Tengah.  

Layanan seluler berjaringan 5G menjanjikan internet yang jauh lebih cepat dibandingkan 4G. Karena itu, tarifnya paket datanya pun lebih mahal dibandingkan laayanan 4G.

Namun, data Ericsson juga menunjukkan bahwa 50% konsumen di Tanah Air bersedia membayar 50% lebih mahal untuk mendapatkan paket layanan data 5G yang disertai bundel digital lainnya. Terdapat juga, 10% konsumen yang mau membayar lebih mahal walaupun tanpa dibundel dengan layanan digital lain.

Menurut Jasmeet, keinginan seperti ini tidak unik di Indonesia saja. Di negara-negara lain, di antaranya India, Brazil, dan negara lain, konsumennya juga berdaya beli cukup tinggi.

Mereka yang ingin beralih ke layanan 5G pada umumnya karena tertarik menggunakan perangkat berteknologi realitas tertimbang (augmented reality/AR) dan durasi penggunaannya meningkat 3 jam per minggu dibandingkan pengguna 4G.

Selain itu, Ericsson melihat ada kenaikan durasi penggunaan streaming video 1,5 jam pada pengguna yang tertarik layanan 5G dibandingkan 4G.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : ANTARA

BAGIKAN