Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Qualcomm Ajak Pemerintah Bangun Kultur Inovasi

Rabu, 29 April 2015 | 12:20 WIB
ah

JAKARTA – Qualcomm, perusahaan teknologi mobile dan juga pemasok chipset terbesar bagi industri nirkabel, bekerja sama dengan pemerintahan Indonesia melalui Kemenristek (Kementerian Riset dan Teknologi) untuk membangun kultur inovasi di Indonesia. Melalui inovasi, diklaim dapat menciptakan negara Indonesia yang mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.


Director Goverment Affairs Souteast Asia & Pacific Qualcomm Nies Purwati mengatakan, Qualcomm mempunyai niat untuk membantu pemerintah Indonesia dalam rangka meningkatkan kemampuan di bidang inovasi. Selain pemerintah, Qualcomm juga berupaya untuk kerja sama dengan universitas-universitas untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia.


“Dengan pemerintah, kerja samanya, misalnya dari sisi regulasi. Apa sih hambatan-hambatannya. Nanti kita kan bantu melalui advokasi tentang regulasi-regulasi di Indonesia. Kalau dengan universitas, nanti kita bantu untuk meningkatkan SDM. Dengan demikian, kultur inovasi dapat dibangun di Indonesia,” kata Nies di Jakarta, Selasa, (28/4).


Menurut Nies, bentuk kerjasama dengan pemerintah, saat ini sedang dalam proses penjajakan. Artinya, Qualcomm dengan pemerintah sedang melakukan pemetaan masaalah terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapai selama ini. Nantinya, masukan tersebut bakal menjadi pegangan untuk kedua pihak dalam melakukan proses kerjasama selanjutnya.


“Kita masih dalam rangka tukar menukar informasi dengan pemerintah. Misalnya apa hambatan-hambatan yang dihadapi, baik dari sisi regulasi maupun lainnya. Dan, kita akan kasih masukan pentingnya link and match antara pemerintah, akademi dengan industri. Kita sedang tunggu masukan dari semua pihak, lalu kita rumuskan, nanti kita masukan lagi ke pemerintah sebagai bentuk masukan untuk di-follow up,” ujar Nies.


Selain dengan Kemenristek, Qualcomm juga sudah menjajaki kerjasama dengan Kemkominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika) dan juga perusahaan lokal Indonesia. Dengan Kemkominfo, misalnya, Qualcomm menyediakan enviroment, suapaya ekosistem broadband bisa tumbuh. Selain itu, Qualcomm juga mendorong penerapan teknologi 4G LTE di frekuensi 700 Mhz.


“Dengan Kominfo sering kerjasama. Terutama kita buat enviroment supaya broadband itu bisa tumbuh. Bagaimana supaya frekuensinya bisa avalaible, frekuensi LTE. Kemudian yang 700 Mhz supaya bisa dirilis untuk LTE,” ungkap Nies


Sedangkan dengan perusahaan lokal, Qualcomm melakukan kerjasama melalui design manufacture dan juga perakitan. Sayangnya, Nies tidak ingat persis jumlah perusahaan lokal yang sudah bekerjasama dengan Qualcomm. “Pokoknyan ada perusahaan lokal yang kerjasama dengan kita. Terutama di design manufacture dan perakitan,” tutur Nies.


Sementara itu, Tom Wasilewski, Vice President Government Affairs Qualcomm Inc mengugkapkan, Qualcomm merupakan salah satu perusahaan yang sangat memperhatikan SDM atau R&D (Research and Developmet). R&D adalah sumber untuk menemukan inovasi-inovasi terbaru. Bahkan, Qualcomm menganggarkan dana sebesar 20% dari budget untuk mengembangkan R&D setiap tahunnya. Oleh karena itu, pemerintah harus mempunyai kebijakan yang cerdas dalam mengembangkan SDM.


“Indonesia sedang berada dalam garis terdepan dalam industri mobile di dunia. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan-kebijakan yang cerdas, yang memungkinkan permenuhan permintaan di masa yang akan datang,” imbuh Tom. (man)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN