Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi. (IST)

Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi. (IST)

Sampoerna Hentikan Layanan Telekomunikasi

Kamis, 24 Juni 2021 | 21:58 WIB
Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah menerima surat dari PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) perihal pemberitahuan penghentian layanan telekomunikasi untuk sementara kepada pelanggan sejak Selasa (22/6).

Juru Bicara Kemkominfo Dedy Permadi mengatakan, PT STI telah menyampaikan informasi adanya kendala teknis yang berdampak pada penyediaan layanan Net1 kepada pelanggan melalui situs resminya net1.co.id.

“PT STI pun akan memberikan kompensasi berupa pengembalian dana (refund) atas paket pelanggan yang masih aktif sebagai bentuk komitmen kepada pelanggan,” ujar Dedy, dalam pernyataannya, Kamis (24/6). 

PT STI selama ini menggelar layanan jaringan bergerak seluler di pita frekuensi 450 MHz menggunakan merek Net1. Sesuai dengan laporan kepada Kemkominfo per 30 April 2021, PT STI memiliki sebanyak 334.473 pelanggan. Layanan yang diberikan meliputi 28 provinsi di Indonesia.

“Sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas, Kemkominfo menegaskan agar PT STI untuk mendahulukan dan memastikan hak-hak seluruh pelanggan tidak dilanggar serta melaksanakan kepatuhan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” sarannya.

Selanjutnya, Kemkominfo akan melakukan evaluasi penghentian pemanfaatan sumber daya PT STI. Evaluasi tersebut meliputi evaluasi terhadap pemberian izin spektrum frekuensi radio, penomoran, serta hak-hak lain, dari sisi penyelenggaraan telekomunikasi.

Secara khusus, Kemkominfo juga menegaskan agar PT STI segera melunasi pembayaran tunggakan Biaya Hak Penggunaan Izin Penggunaan Frekuensi Radio (BHP IPFR) tahun 2019 dan 2020 yang tercatat per Juni 2021 berjumlah Rp 442 miliar yang terdiri atas hutang pokok dan denda.

Editor : Abdul Muslim (abdul_muslim@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN