Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP )

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP )

Bigtech Reli, Nasdaq Cetak All Time High

Rabu, 23 Juni 2021 | 06:42 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Tiga indeks saham di bursa Wall Street melanjutkan penguatan pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB) dengan Nasdaq Composite mencetak all time high, rekor tertinggi sepanjang masa didorong reli saham-saham bigtech.

Saham Netflix melonjak 2,3%. Sementara Amazon, Apple dan Microsoft menguat 1%. Facebook naik 2%. Saham Alphabet berbalik naik meski Komisi Eropa membuka penyelidikan ke unit periklanan Google.

Indeks bluechip Dow Jones Industrial Average naik 68,61 poin menjadi 33.945,58. S&P 500 naik 0,5% mengakhiri perdagangan di level 4.246,4, sementara Nasdaq Composite naik 0,8% untuk mencapai rekor intraday baru dan berakhir di 14.253,27.

Kenaikan Nasdaq tak terlepas dari dukungan pergerakan bitcoin dalam perdagangan yang fluktuatif, setelah menembus di bawah US$ 30.000. Tesla, pemegang saham bitcoin, naik sekitar 0,5% saat token digital memantul dari level terendah pada akhir sesi.

Sementara itu, Ketua bank sentral AS, the Fed Jerome Powell bersaksi di depan Dewan Perwakilan Rakyat pada Selasa untuk memberi pandangan kebijakan bank sentral terhadap pandemi. Pernyataannya yang dirilis menjelang sidang Senin malam (20/6/2021), mendukung gagasan bahwa the Fed siap membahas penghapusan beberapa langkah stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya selama pandemi.

Indeks mencapai level tertinggi saat Powell menjawab pertanyaan dari anggota DPR. Tidak ada berita utama dari Powell yang terlihat jelas mengerek kenaikan indeks. Namun kepala Fed optimistis dengan kembalinya ekonomi dan mempertahankan pernyataannya bahwa kekuatan inflasi bersifat sementara.

“Cepatnya vaksinasi yang digabung dengan kebijakan moneter dan fiskal memberikan dukungan kuat pemulihan. Indikator kegiatan ekonomi dan lapangan kerja terus menguat, dan PDB (produk domestik bruto) riil tahun ini tampaknya berada di jalur tingkat kenaikan tercepat dalam beberapa dekade.”

"Inflasi telah meningkat terutama dalam beberapa bulan terakhir," kata Powell. Tetapi kepala Fed mencatat bahwa sebagian besar hanya efek sementara. Inflasi akan kembali ke 2% dalam jangka panjang.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN