Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Deretan menara saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di Houston, Texas, pada 16 Februari 2021. ( Foto: AP / David J. Phillip )

Deretan menara saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) di Houston, Texas, pada 16 Februari 2021. ( Foto: AP / David J. Phillip )

Dampak Pemadaman Massal, Koperasi Listrik Texas Pailit

Rabu, 3 Maret 2021 | 06:32 WIB
Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

HOUSTON, investor.id – Brazos Electric Power Cooperative, sebuah koperasi pembangkit dan transmisi listrik terbesar di Texas, mengajukan perlindungan pailit ke pengadilan usai menerima tagihan sebesar US$ 2,1 miliar dari operator jaringin di negara bagian tersebut. Pengajuan pailit ini dipicu badai musim dingin yang melanda bulan lalu, dan menyebabkan jutaan warga dilanda pemadaman aliran listrik.

Sebagai informasi, cuaca yang sangat dingin di pertengahan Februari telah membuat warga di seluruh Texas mengalami pemadaman listrik. Ini karena kondisi di Arktik membuat perusahaan listrik daerah tidak siap menghadapi cuaca seperti itu.

Menurut Brazos Electric Power Cooperative – yang memasok 16 anggota koperasi yang melayani lebih dari 1,5 juta warga Texas – pihaknya mengajukan pailit sesuai Bab 11 pada Senin (1/3) setelah menerima tagihan yang sangat tinggi dari operator jaringan listrik negara, Dewan Keandalan Listrik Texas atau Electric Reliability Council of Texas (ERCOT).

Dalam pengajuan pailit ke pengadilan, Brazos mengatakan pihaknya mendapat tagihan dari ERCOT dengan total lebih dari US$ 2,1 miliar, dan harus dilunasi dalam beberapa hari.

Brazos menuturkan tagihan selama 7 hari di musim dingin luar biasa (black swan) tersebut hampir tiga kali lipat dari total biaya listrik sebesar US$ 774 juta untuk sepanjang 2020.

“Saat Februari 2021 dimulai, gagasan bahwa koperasi yang stabil secara finansial seperti Brazos Electric akan mengakhiri bulan ini dengan mempersiapkan kepailitan adalah hal yang tidak terduga,” ujar Wakil Presiden Eksekutif dan General Manager Clifton Karnei saat memgajukan pailit di pengadilan, yang dilansir AFP.

Menurut Karnei, selama badai berlangsung, harga listrik grosir ditetapkan pada harga maksimum US$ 9.000 per megawatt hour (MWh) selama lebih dari empat hari berturut-turut, dan ERCOT mengenakan biaya tambahan lainnya dengan total lebih dari US$ 25.000 per MWh.

“Konsekuensi dari harga-harga ini sangat menghancurkan,” tambah dia.

ERCOT juga mendapat kecaman dari para pelanggan dan politisi karena gagal mempersiapkan diri menghadapi cuaca dingin. Sementara itu tagihan melonjak karena kenaikan besar-besaran sementara di pasar energi.

Di samping itu, para pelanggan perumahan yang menandatangani rencana tarif variabel melaporkan telah menerima tagihan listrik sebesar US$ 16.000.

Brazos mengungkapkan, alasan pihaknya mengajukan perlindungan pailit karena tidak dapat dan tidak akan menutupi peristiwa keuangan yang menghancurkan ini di hadapan para anggotanya dan pelanggannya.

“Izinkan saya menekankan bahwa tindakan Brazos Electric ini diperlukan untuk melindungi anggota koperasinya dan lebih dari 1,5 juta anggota ritel mereka dari tagihan listrik yang tidak terjangkau,” ujar Karnei dalam siaran pers.

Texas adalah satu-satunya negara bagian di benua AS yang memiliki jaringan listrik sendiri, yang berarti bakal terputus saat cuaca melanda. Gubernur negara bagian Greg Abbott dilaporkan telah memerintahkan penyelidikan terhadap ERCOT. Komisi Pengaturan Energi Federal juga mengatakan akan menyelidiki faktor-faktor di balik pemadaman listrik.
 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN