Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Seorang pria dengan ponsel di Wall Street, Manhattan, New York City. ANTARA/Shutterstock/pri

Seorang pria dengan ponsel di Wall Street, Manhattan, New York City. ANTARA/Shutterstock/pri

Reli Wall Street Berlanjut, S&P dan Dow Berlomba Cetak Rekor Baru

Sabtu, 10 April 2021 | 09:20 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id – Reli saham AS di bursa Wall Street berlanjut dan tiga indeks utama saham ditutup menguat pada perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). S&P 500 dan Dow berlomba cetak rekor baru di tengah meningkatnya optimisme pembukaan kembali ekonomi.

Dow Jones Industrial Average naik 297,03 poin menjadi 33.800,60, mencatat rekor penutupan tertinggi. S&P 500 menguat 0,8% menjadi 4.128,80, mencapai rekor penutupan ketiga berturut-turut. Nasdaq Composite naik tipis 0,5% menjadi 13.900,19.

Saham terkait pemulihan ekonomi memimpin penguatan di tengah percepatan vaksinasi Covid-19. Carnival Corp naik 2,6% menyusul potensi dimulainya kembali musim panas. General Electric naik lebih dari 1%. JPMorgan menguat 0,8%.

Sementara secara sepanjang minggu ini, Dow naik 2%, S&P 500 bertambah sekitar 2,7%, membukukan minggu terbaiknya sejak awal Februari. Adapun Nasdaq yang dihuni saha teknologi menguat 3,1% pada minggu ini. Apple melonjak lebih 8% minggu ini, sementara Amazon dan Alphabet naik lebih 6%.

Di sisi data, indeks harga produsen, yang mengukur inflasi harga grosir, melonjak di bulan Maret. Data PPI Maret menunjukkan kenaikan 1,0%, dibandingkan proyeksi kenaikan 0,4% dari ekonom yang disurvei Dow Jones. PPI secara (year on year/yoy) melonjak 4,2%, menandai kenaikan tahunan terbesar dalam lebih dari 9 tahun.

“Kami akan melihat sejauh mana perusahaan mulai merespons data ini kepada konsumen minggu depan dengan inflasi. Dari apa yang saya dengar dari perusahaan, proses itu baru saja dimulai,” kata Kepala Investasi Bleakley Advisory Group, Peter Boockvar.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10tahun naik tipis menjadi 1,66% mengikuti data inflasi. Imbal hasil obligasi telah turun awal pekan ini dari posisi tertinggi baru-baru ini.

Volatilitas pasar telah menurun secara signifikan karena S&P 500 terus naik memperbarui rekor tertingginya.

"Bertentangan dengan berita utama, kenaikan suku bunga, tingkat inflasi yang sehat, dan akhirnya kenaikan suku bunga Fed tidak selalu negatif pada pasar," kata Kepala Investasi di Raymond James, Larry Adam, dalam sebuah catatan.

Investor sebagian besar mengabaikan lonjakan klaim pengangguran pada Kamis pekan lalu. Departemen Tenaga Kerja melaporkan klaim pertama kali untuk pekan yang berakhir 3 April berjumlah 744.000, jauh di atas ekspektasi 694.000 dari ekonom yang disurvei Dow Jones.

Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Kamis (8/4/2021) menyebut pemulihan dari pandemi tidak merata menandakan dibutuhkan waktu lebih lama agar perbaikan lebih stabil.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN