Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. (Reuters/ANTARA)

Ilustrasi: Para pialang sedang bekerja di Bursa Efek New York, Wall Street, Amerika Serikat. (Reuters/ANTARA)

Terdampak Covid-19, Dow Jones Dapat Anjlok di Bawah 19.000

Iwan Subarkah Nurdiawan, Selasa, 2 Juni 2020 | 09:06 WIB

NEW JERSEY, investor.id – Para chief financial officer (CFO) dari korporasi besar di seluruh dunia makin banyak yang meyakii bahwa indeks Dow Jones akan menguji lagi level crash akibat virus corona Covid-19, yakni di bawah 19.000. Sebelum kemudian bangkit dan mencapai rekor tertinggi baru di atas 29.000.

Keyakinan para CFO tertuang dalam hasil survei triwulan kedua "2020 CNBC Global CFO Council Survey," yang dirilis Senin (1/6).

Hanya 22% CFO global yang memperkirakan Dow Jones mencapai rekor tertinggi baru tanpa lebih dulu mengalami kejatuhan besar lagi. Sedangkan ada 51% CFO yang memperkirakan indeks tersebut kembali ke level di bawah 19.000.

Prospek paling suram disuarakan para CFO perusahaan asal wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA). Hanya 10% dari mereka yang meyakini Dow menuju rekor tertinggi baru. Dibandingkan 70% para CFO dari EMEA yang meyakini kejatuhan besar berikutnya di indeks saham-saham industrial di Bursa Saham New York, Amerika Serikat (AS), tersebut.

Kebanyakan pengamat pasar berpendapat bahwa reli pasar saham terbaru susah untuk disandingkan dengan realitas ekonomi. Para CFO asal Amerika Utara juga melihat Dow Jones condong untuk berubah negatif, tapi prediksinya tidak sesuram para koleganya dari wilayah lain.

Hampir separuha tau 46% CFO asal Amerika Utara yang memperkirakan Dow Jones kembali ke level dibawah 19.000. Tapi sepertiga di antaranya mengatakan itu akan didahului oleh rekor tertinggi baru.

“Dua pertiga CFO yang berbasis di AS mendukung putaran berikut dari stimulus federal. Tapi para CFO asal Amerika Utara tidak mendorong The Fed untuk mempertimbangkan suku bunga negatif dan 85% menentang konsep tersebut,” kata CNBC dalam laporannya.

Sejumlah investor dan miliarder terkemuka sudah mengeluarkan peringatan tentang pasar saham. Mereka khawatir pasar akan anjlok lagi. Mereka ini antara lain Howard Marks dari Oaktree Capital dan David Tepper, pendiri Appaloosa Management.

Kalangan analis Goldman Sachs sebelumnya memperkirakan indeks S&P di Wall Street dapat anjlok sebesar 20%. (sumber lain)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN