Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Donald Trump. ( Foto: Andrew CABALLERO-REYNOLDS / AFP )

Donald Trump. ( Foto: Andrew CABALLERO-REYNOLDS / AFP )

Untuk Atasi Protes AS di Seluruh Negeri

Trump Ancam Kerahkan Militer

Happy Amanda Amalia, Rabu, 3 Juni 2020 | 07:41 WIB

WASHINGTON, investor.id – Presiden Donald Trump berjanji memerintahkan militer mengambil tindakan tegas terhadap aksi protes disertai kekerasan yang terjadi sekali dalam generasi yang mencengkeram Amerika Serikat (AS). Trump juga mengatakan telah menurunkan ribuan tentara ke jalan-jalan ibu kota negara bagian dan mengancam mengerahkan tentara ke negara-negara bagian yang tidak dapat mengendalikan keadaan.

Trump yang sempat dikritik karena bergeming atas krisis yang memburuk, kemudian melancarkan pembelaan diri dalam pidato nasional pada Senin (1/6) waktu setempat, di taman Gedung Putih. Sementara itu, polisi menembakkan gas air mata ke arah para pengunjuk rasa yang menggelar aksi protes damai di luar pagar.

“Saya mengirim ribuan dan ribuan tentara yang bersenjata lengkap, personel militer dan petugas penegak hukum untuk menghentikan kerusuhan, penjarahan, perusakan, penyerangan, dan perusakan properti secara tidak sah,” ujar Trump.

Dia juga mengecam peristiwa kerusuhan di Washington pada malam sebelumnya sebagai sebuah aib total dan meminta agar para gubernur untuk menguasai jalan-jalan.

“Jika sebuah kota atau negara bagian menolak mengambil tindakan yang diperlukan untuk mempertahankan kehidupan dan properti penduduk mereka, maka saya akan mengerahkan militer Amerika Serikat, dan cepat-cepat menyelesaikan masalah buat mereka,” katanya, seraya mengecam aksi teror domestik.

Meningkatnya aksi protes dramatis itu terjadi selang satu pekan usai kematian George Floyd di Minneapolis, dan menyebabkan pecah kerusuhan sipil terburuk dalam beberapa dasawarsa di New York, Los Angeles (LA), dan puluhan kota lain di Amerika.

Di wilayah Midwest, polisi berusaha mengendalikan kota St Louis menyusul terjadi aksi penjarahan di malam hari, dan tindak kekerasan di mana empat petugas terkena tembakan. Demikian disampaikan Kepala Polisi Kolonel John Hayden, pada Selasa (2/6) pagi waktu setempat, seraya menambahkan bahwa petugas yang ditembak hanya mengalami luka ringan.

“Pak Floyd tewas di tempat lain, dan mereka menghancurkan kota-kota di seluruh negeri,” ujar Hayden, yang tampak emosional.

Di sisi lain, terlepas dari retorika presiden, sebagian besar aksi protes yang berlangsung pada Senin di kota-kota besar tampak berjalan damai. Walaupun ada beberapa aksi penjarahan yang dilaporkan di New York dan Los Angeles.

Namun perintah yang dikeluarkan Trump mendapat serangan balasan.

“Dia menggunakan militer Amerika untuk melawan rakyat Amerika. Dia menembakkan gas air mata ke arah deminstran damai dan menembakkan peluru karet. Untuk sebuah foto. Untuk anak-anak kita, untuk jiwa negara kita, kita harus mengalahkannya,” demikian cuitan calon presiden dari Partai Demokrat, Joe Biden.

Ribuan orang dilaporkan berpartisipasi dalam aksi demonstrasi nasional melawan kebrutalan dan rasisme polisi, sejak insiden terbunuhnya Floyd.

Insiden tersebut telah menjadi kerusuhan paling meluas di Amerika Serikat sejak 1968, ketika kota-kota terbakar karena tewasnya pemimpin hak asasi sipil Martin Luther King Jr.

Seseorang memegang ponsel berjalan melewati kendaraan yang terbakar menyusul demonstrasi yang memprotes kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal 25 Mei dalam tahanan Kepolisian Minneapolis, di Seattle, Washington pada 30 Mei 2020. Foto: CNCB.
Seseorang memegang ponsel berjalan melewati kendaraan yang terbakar menyusul demonstrasi yang memprotes kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal 25 Mei dalam tahanan Kepolisian Minneapolis, di Seattle, Washington pada 30 Mei 2020. Foto: CNCB.

Pemberlakuan Jam Malam

Menurut laporan, ada lebih dari 40 kota yang memberlakukan jam malam menyusul malam-malam penuh ketegangan.

Aksi penjarahan dilaporkan lebih banyak terjadi di New York pada Senin malam. Salah seorang wartawan AFP melihat toko-toko, termasuk Best Buy dan Nike telah dirusak. Polisi pun mengatakan telah menangkap ratusan orang di seluruh kota.

Setelah aksi penjarahan yang meluas di Manhattan, Wali Kota New York Bill de Blasio menyatakan bakal memberlakukan jam malam mulai pukul 20.00 waktu setempat pada Selasa (2/6) atau lebih cepat tiga jam dibandingkan pemberlakuan, Senin.

Di Los Angeles, pasukan Garda Nasional dikerahkan di ikon-ikon Hollywood seperti Dolby Theatre, beberapa aksi penjarahan juga dilaporkan, meskipun sebagian besar aksi protes berjalan damai.

Detik-detik kematian Floyd terekam dalam video ponsel saksi di tempat kejadian. Rekaman itu menunjukkan polisi Derek Chauvin menindihkan lututnya ke leher Floyd selama hampir sembilan menit. Padahal pria berusia 46 tahun itu telah memohon agar dilepaskan karena mengatakan tidak bisa bernapas.

“Buktinya konsisten dengan kondisi sesak nafas (asphyxia) mekanik dan kematiannya karena dibunuh,” tutur Allecia Wilson, pakar dari University of Michigan, yang melakukan pemeriksaan terhadap jenazah Floyd atas permintaan keluarga.

Sementara pemeriksa medis Kabupaten Hennepin merilis otopsi resminya sendiri, yang menyebutkan penyebab kematian Floyd karena dibunuh dengan cara menekan leher. Ada juga catatan bahwa dia dalam kondisi mabuhkdan memiliki penyakit jantung.

Hasil otopsi kembali menghadirkan tuntutan baru untuk menangkap tiga polisi lain yang terlihat hanya menjaga Chauvin di saat Floyd terbaring sekarat. Chauvin sendiri telah didakwa dengan pembunuhan tingkat tiga, dan dijadwalkan muncul di pengadilan pada 8 Juni 2020. (afp)


 

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN