Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pejalan kaki melintas di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. Foto: Spencer Platt / Getty Images / AFP

Pejalan kaki melintas di depan Bursa Efek New York (NYSE) di New York, AS. Foto: Spencer Platt / Getty Images / AFP

Wall Street Bervariasi, Dow Cetak Rekor Tertinggi

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 09:45 WIB
S.R Listyorini

Investor.id – Tiga indeks saham di Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), dengan Dow mencetak rekor tertinggi pada 16 Agustus. Namun semua indeks utama mengakhiri minggu lebih tinggi selama tiga pekan berturut-turut.

Dow naik hampir 74 poin, atau 0,2%, menjadi 35.677,02. S&P 500 turun tipis 0,1% menjadi 4.544,90 sehari setelah ditutup pada rekor. Adapun Nasdaq Composite turun 0,8% menjadi 15.090,20.

Pada Oktober, S&P dan Dow naik lebih 5%, sedangkan Nasdaq telah naik 4,4%.

Dow mendapat dorongan karena investor keluar dari saham teknologi dan memburu blue-chip. American Express memimpin indeks dengan kenaikan 5,4% didukung kuatnya laporan pendapatan.

Sementara Intel dan Snap membuat Nasdaq melemah Kamis, setelah kedua perusahaan melaporkan pendapatan yang mengecewakan. Saham Intel turun 11,6% setelah penjualan lebih lemah dari perkiraan karena kekurangan chip di seluruh industri. Snap mengatakan bisnis periklanannya menurun. Saham Snap turun 26,5%.

Saham media sosial juga turun. Facebook dan Twitter masing-masing ambles 5% dan 4,8%.

Namun, beberapa saham teknologi naik ke level tertinggi sepanjang masa. Saham Tesla memperpanjang reli, naik 1,7% setelah mencapai level tertinggi intraday. Netflix, Ebay, dan Microsoft juga menyentuh level tertinggi baru sepanjang masa pada perdagangan hari Jumat.

Musim pendapatan secara keseluruhan sejauh ini luar biasa, mendorong pasar kembali ke level tertinggi sepanjang masa.

Namun sejumlah hal menjadi kekhawatiran investor yakni tekanan biaya, kekurangan tenaga kerja, dan komentar manajemen perusahaan tentang pendapatan.

"Hasil mengecewakan Intel dan IBM, serta komentar hawkish Ketua Federal Reserve Jerome Powell tentang inflasi dan pengetatan kebijakan menambah kegelisahan pasar, tetapi tidak terlalu mengkhawatirkan, setidaknya dalam dalam waktu dekat," kata Kepala Investasi Cornerstone Wealth, Cliff Hodge.

Sementara data pekerjaan yang kuat menambah sentimen pasar positif di sesi sebelumnya. Klaim pengangguran awal jatuh ke level terendah pandemi 290.000 minggu lalu, Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (21/102021), turun 6.000 dari minggu sebelumnya dan lebih rendah dari 300.000 sesuai survei ekonom yang dilakukan Dow Jones.

Adapun salah satu ketakutan investor baru-baru ini adalah krisis properti Tiongkok. Namun, investor mendapat kabar baik di setelah Evergrande dilaporkan membayar pembayaran bunga yang jatuh tempo kepada pemegang obligasi asing, sehingga mencegah default pengembang properti itu


 

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN