Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele

Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele

Wall Street Kembali Jatuh, Pasar Khawatir Potensi Kenaikan Pajak Korporasi

Sabtu, 18 September 2021 | 08:05 WIB
S.R Listyorini

Investor.id – Tiga indeks utama saham di bursa Wall Street berakhir turun tajam dalam aksi jual luas pada perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Data ekonomi yang beragam, serta potensi kenaikan pajak korporasi dikhawatirkan akan membebani emiten.

Partai Demokrat mengusulkan kenaikan tarif pajak tertinggi pada perusahaan menjadi 26,5% dari 21% saat ini.

Pelaku pasar mengawasi kenaikan kasus Covid-19, dan pertemuan the Federal Reserve pekan depan. Secara historikal, bulan September juga bukan bulan yang baik untuk pasar modal.

Indeks Dow Jones Industrial Average terpangkas 166,44 poin atau 0,48% menjadi 34.584,88 poin. Indeks S&P 500 berkurang 40,76 poin atau 0,91% menjadi 4.432,99 poin. Nasdaq Composite ditutup merosot 137,96 poin atau 0,91% menjadi 15.043,97 poin.

Ketiga indeks utama saham AS melemah, dengan Indeks Nasdaq tertekan karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS membebani saham-saham pertumbuhan.

Dalam sepekan, Dow melanjutkan penurunan mingguan ketiga kalinya bulan ini. Dow terkoreksi sekitar 0,1% dalam sepekan. S&P 500 turun 0,6% dalam sepekan, dan Nasdaq turun 0,5% dalam sepekan.

Dalam sebulan, Dow minus 2,2%, S&P 500 turun sekitar 2%, dan Nasdaq terkoreksi 1,4%.

"Pasar sedang berjuang dengan prospek kebijakan fiskal yang lebih ketat karena kenaikan pajak, dan kebijakan moneter yang lebih ketat karena tapering Fed," kata Kepala Investasi Lenox Wealth Advisors,  David Carter, di New York.

Inflasi kemungkinan akan menjadi masalah utama minggu depan, ketika Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) mengadakan pertemuan kebijakan moneter dua hari. Pelaku pasar akan mengamati dengan cermat perubahan nuansa yang dapat menandakan pergeseran dalam jadwal pengurangan pembelian aset Fed.

"Sudah seminggu data ekonomi beragam dan kami fokus dengan jelas pada apa yang akan keluar dari pertemuan Fed minggu depan," kata Direktur Investasi Senior US Bank Wealth Management, Bill Northey, di Helena, Montana.

Volume transaksi di bursa AS mencapai 15,51 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 9,70 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN