Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto yang diambil pada 17 Agustus 2020 memperlihatkan beberapa patung yang menghadap ke pintu masuk kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )

Foto yang diambil pada 17 Agustus 2020 memperlihatkan beberapa patung yang menghadap ke pintu masuk kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss. ( Foto: Fabrice COFFRINI / AFP )

Covid-19 Membuat WHO Tak Berdaya

Rabu, 20 Januari 2021 | 07:09 WIB
Iwan Subarkah Nurdiawan (subarkah_nurdiawan@investor.co.id)

JENEWA, investor.id – Panel pakar independen mengungkapkan pada Selasa (19/1) bahwa pandemi Covid-19 telah membuat Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO tak berdaya dan kewalahan dalam penanggulangannya.

Panel Independen untuk Respons dan Kesiapan Pandemi dalam laporannya kepada dewan eksekutif WHO mengatakan bahwa badan kesehatan di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu dapat bertindak lebih cepat dan lebih tegas di awal pandemi. Sehingga tidak sampai menjadi malapetaka seperti sekarang.

Tapi panel tersebut juga menekankan bahwa kelambatan-kelambatan dan kegagalan-kegagalan yang ada terjadi karena lemahnya posisi WHO. Sehingga butuh dana dan reformasi lebih besar untuk membenahinya.

“Dunia sangat bergantung dan mengharapkan WHO efektif,” ujar mantan presiden Liberia Ellen Johnson Sirleaf, yang memimpin panel tersebut bersama mantan perdana menteri Selandia Baru Helen Clark, seperti dikutip AFP.

Tapi, tambah dia, negara-negara yang mengharapkan WHO memimpin selama krisis Covid-19 juga yang selama ini membuat WHO kurang berdaya dan kekurangan dana untuk dapat memikul tugasnya.

Covid-19 pertama kali terdeteksi di kota Wuhan, Tiongkok, pada akhir 2019. Lalu kemudian menyebar dan menyebar luas ke seluruh dunia. Sekarang telah merenggut lebih dari dua juta jiwa di seluruh dunia dan membuat ekonomi rontok.

WHO dituduh bertindak terlalu lamban untuk menyatakan Covid-19 sebagai krisis internasional. Untuk mengakui bahwa virus ini menyebar lewat udara. Dan juga untuk merekomendasikan penggunaan masker.

WHO juga dikritik karena tidak tegas terhadap Tiongkok dalam menyediakan informasi akurat saat baru muncul kasus-kasus pertama. Juga menunggu hingga setahun lebih sebelum akhirnya mengirimkan tim pakar internasional ke Tiongkok untuk mencari asal-usul virus tersebut.

Panel independen tersebut dalam laporannya menyebut WHO seharusnya dapat bertindak lebih cepat di awal krisis. Tapi Johnson Sirleaf menekankan bahwa WHO tidak berdaya untuk menegakkan apa pun atau pun untuk menyelidiki di dalam satu negara.

“Saat dihadapkan pada potensi ancaman penyakit baru, apa yang dapat dilakukan oleh WHO hanya lah meminta dan berharap untuk dapat diundang masuk,” kata Johnson Sirleaf.

Sementara Clark merujuk pada rendahnya pendanaan yang diterima WHO. Dan bahaya dari terlalu bergantung pada kontribusi sukarela negara-negara anggota.

Kontribusi dapat sewaktu-waktu berhenti. Seperti tahun lalu tatkala Amerika Serikat (AS) yang biasanya merupakan pendonor terbesar tapi tiba-tiba menghentikan dukungannya.

“Pendanaan WHO parah. Ini adalah organisasi kesehatan global kita. Kita ingin dan membutuhkannya untuk bekerja sangat baik tapi terus kekurangan dana,” ujar Clark.


 

Editor : Happy Amanda Amalia (happy_amanda@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN