Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Presiden Komite Penyelenggara Tokyo 2020 Yoshiro Mori (kiri) dan Gubernur Tokyo Yuriko Koike (kanan) sedang mendengarkan pernyataan dari Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach (di layar) dalam rapat virtual Komisi Koordinasi IOC untuk Olimpiade Tokyo 2020, di Tokyo, Jepang pada 24 September 2020. ( Foto: Du Xiaoyi / POOL / AFP )

Presiden Komite Penyelenggara Tokyo 2020 Yoshiro Mori (kiri) dan Gubernur Tokyo Yuriko Koike (kanan) sedang mendengarkan pernyataan dari Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC) Thomas Bach (di layar) dalam rapat virtual Komisi Koordinasi IOC untuk Olimpiade Tokyo 2020, di Tokyo, Jepang pada 24 September 2020. ( Foto: Du Xiaoyi / POOL / AFP )

Jepang Berpotensi Batalkan Olimpiade Tokyo

Jumat, 22 Januari 2021 | 12:02 WIB
Fajar Widhiyanto

Pemerintah Jepang disebut-sebut akan membatalkan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo menyusul masih belum redanya pandemi Covid-19, demikian sejumlah media melaporkan pada hari Jumat.

Seperti The Times yang mengutip seorang staf senior pemerintahan Jepang yang tidak ingin disebutkan namanya, yanng mengatakan bahwa ia telah mengaku kalah dalam upaya kota untuk menggelar Olimpiade. Ia mengatakan fokus yang dilakukan saat ini adalah mengamankan peluang bagi Tokyo untuk tahun yang tersedia berikutnya, di tahun 2032.

Penyelenggaraan ajang olah raga terbesar di bumi yang akan dihelat di Tokyo ini memang makin tidak jelas nasibnya, ketika pada awal Januari 2021 Tokyo kembali mengumumkan keadaan darurat karena meningkatnya jumlah kasus virus korona. Opini publik pun mulai mengarah pada pembatalan Olimpiade di Jepang.

Sementara pada hari Kamis, Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, menyebut tidak ada opsi rencana lain mengenai digelarnya ajang olahraga tersebut, yang rencananya akan dimulai pada 23 Juli.

Sekitar 15.000 atlet internasional diperkirakan akan berkumpul di Tokyo menjelang Olimpiade dan Paralimpiade, yang akan berlangsung pada 24 Agustus.

Penyelenggara diharapkan membuat keputusan dalam beberapa pekan mendatang, dengan mempertimbangkan apakah risiko virus corona telah cukup mereda untuk memungkinkan penonton menghadiri Olimpiade.

Sebelumnya, anggota senior IOC Dick Pound menyarankan atlet harus berada di garis depan untuk vaksinasi, untuk meningkatkan peluang terselenggaranya Olimpiade. Meskipun hal ini memicu reaksi balik dari masyarakat, pakar kesehatan, dan atlet itu sendiri.

Editor : Fajar Widhi (fajar_widhi@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN